Bullying Tak Akan Hadir dalam Sistem Pendidikan Islam

0
65

Oleh: Linda Dwi

Linimasanews.com—Begitu sangat miris dengan kondisi para pelajar saat ini. Bagaimana tidak, para pelajar di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, tega menganiaya seorang nenek. Aksi penganiayaan ini viral di media sosial.

Total ada 6 pelajar yang diamankan polisi terkait kasus ini. Saat diperiksa polisi, mereka mengaku iseng saat menendang nenek tua itu. Diberitakan dalam media kumparan, “Jadi untuk sementara ini, [alasan menganiaya] tidak sengaja atau iseng-iseng. Para pelajar ini [mengaku] tidak ada niat untuk melukai dan lain sebagainya,” ujar Kapolres Tapsel, AKBP Imam Zamroni, Minggu (20/11/2022).

Aksi penganiayaan ini diketahui terjadi pada Sabtu (19/11). Penganiayaan ataupun perilaku yang sangat tidak bermoral ini didapatkan dalam sebuah video yang beredar. Terlihat, awalnya para pelajar itu mendatangi korban, memang tak terdengar jelas apa yang dibicarakan.

Bullying ataupun penganiayaan sesungguhnya adalah perbuatan yang sangat buruk. Perbuatan yang membuat orang terzolimi. Begitu pun yang dilakukan oleh para pelajar terhadap seorang nenek. Hal tersebut menggambarkan betapa buruk sikap pelajar terhadap orang yang lebih tua darinya. Mereka tidak membayangkan bagaimana hal itu terjadi kepada orang tua mereka atau bahkan mereka tidak pernah memedulikan orang tua. Saat ini, sistem kapitalis melahirkan generasi yang sangat miskin moral. Kebebasan telah menjadi rambu-rambu mereka dalam kehidupan.

Hal Ini menunjukkan kegagalan sistem pendidikan dalam mencetak anak yang berakhlak mulia. Nilai -nilai akhlak menjadi tidak laku di tengah para remaja. Akhlak lahir dari akidah yang kokoh. Bagaimana bisa memiliki akhlak mulia jika akidah para remaja kian rapuh.

Sistem sekuler, juga telah gagal dalam mengatur sistem kehidupan. Seharusnya, seseorang yang lebih muda itu menghormati orang yang lebih tua. Namun, pemahaman ini kian pupus di benak mereka.

Kasus bullying ini bukanlah kasus kali pertama terjadi. Sebab, sebenarnya masih banyak kasus lain terkait bullying seperti yang terjadi di antar pelajar.

Hal ini menunjukan bahwa maraknya perbuatan bullying karena tidak adanya penyelesaian yang tuntas. Kompromi, dengan hanya meminta maaf saja terhadap korban itu menjadi solusi. Padahal, hal itu tidak memberi rasa keadilan kepada korban. Bahkan ada kecenderungan Sekolah merahasiakan kasus bullying dan tidak menyelesaikan dengan tuntas. Fakta ini jelas sangat kontradiksi dengan program sekolah ramah anak. Ketidaksiapan sekolah dalam program tersebut membuat sekolah justru menyembunyikan kasus bullying. Semua gambaran ini menjadi potret buruk sistem pendidikan Indonesia.

Potret buram ini memang dilahirkan dari landasan sistem pendidikan sistem kapitalis. Di mana landasan pendidikan sistem ini adalah mengedepankan materi. Akhirnya, banyaknya lembaga pendidikan hanya sebagai formalitas dalam mencari materi. Ditambah karena landasannya sekuler (memisahkan antara aturan agama dengan aturan kehidupan), maka sekolah yang tidak berbasis agama akhirnya tidak menanamkan nilai- nilai agama.

Sungguh berbeda dengan sistem pendidikan Islam yang menjadikan akidah sebagai landasan dan mampu menghasilkan siswa berkepribadian mulia. Dalam sistem pendidikan Islam, landasan kurikulum yang digunakan adalah akidah Islam. Maka ,dalam seluruh pembelajaran akan dikaitkan dengan akidah Islam.

Pembelajaran dilakukan dengan metode talaqi (bertemunya guru dengan murid secara langsung). Baik talaqi lafdzi maupun talaqi fikriyyan (pemikiran). Sehingga, ilmu yang diajarkan oleh guru langsung menancap dalam jiwa.

Sistem pendidikan Islam memiliki tujuan pendidikan, yakni satu-satunya petunjuk arah agar sistem pendidikan berjalan sesuai dengan ridho Allah SWT. Secara umum, ada dua tujuan pokok sistem pendidikan Islam. Antara lain:

Pertama, membangun kepribadian islami, yakni pola pikir (aqliyah) dan jiwa (nafsiah) bagi anak-anak umat. Keharusan ini karena akidah Islam adalah asas kehidupan setiap Muslim sehingga harus dijadikan asas berpikir dan berkecenderungan.

Islam mengajarkan setiap orang untuk senang dalam menuntut ilmu. Senang dalam melakukan proses berpikir. Sebab itulah yang diajarkan oleh Rasul.

Maka, strategi pendidikan harus dirancang untuk mewujudkan identitas keislaman yang kuat, baik aspek pola pikir maupun pola sikap. Metodenya adalah dengan penanaman tsaqafah Islam, berupa akidah, pemikiran, dan perilaku Islam ke dalam akal dan jiwa anak didik. Dengan demikian, kurikulum pendidikan negara (Khilafah) harus disusun dan dilaksanakan untuk merealisasikan tujuan tersebut.

Kedua, mempersiapkan anak-anak kaum Muslim agar di antara mereka menjadi para ulama yang ahli di setiap aspek kehidupan, baik ilmu-ilmu keislaman (ijtihad, fikih, atau peradilan), maupun berbagai bidang sains (teknik, kimia, fisika, atau kedokteran).

Di pundak para ilmuwan, pakar, dan ahli kelak, ada kesanggupan untuk membawa negara dan umat Islam menempati posisi puncak di antara bangsa-bangsa dan negara-negara lain di dunia. Dengan demikian, negara akan menjadi pemimpin dan berpengaruh kuat dengan Islam. Martabat dan fungsi pertama ini selaras dengan satu dari dua tujuan pokok umum pendidikan yang wajib diraih sistem pendidikan Khilafah.

Ukuran bermutu tidaknya pendidikan adalah sejauh mana sistem pendidikan Khilafah diterapkan dan sejauh mana aspek administrasi yang bersifat mubah efektif mengantarkan pada tujuannya. Ini karena sistem pendidikan Khilafah adalah sekumpulan syariat dan peraturan administrasi (yang bersifat mubah, termasuk teknologi terkini yang berkaitan dengan pendidikan formal) sehingga layak untuk segera mencapai tujuan pokoknya, yakni membangun kepribadian Islam peserta didik.

Seperangkat pembinaan, pengaturan, dan pengawasan di seluruh aspek pendidikan akan benar-benar terlaksana oleh para guru yang kompeten, juga pemantauan prestasi anak didik dan upaya peningkatannya.

Jika sudah demikian proses pendidikan yang diupayakan, maka biidznillah akan lahir generasi-generasi Qur’ani, generasi terbaik, yang fokus pada kebaikan dan melahirkan banyak karya. Tentu sudah jelas tidak akan berani berbuat bullying yang jelas itu adalah perbuatan yang tidak diridhoi oleh Allah. Sebab, para pelajar akan berupaya berbuat dengan sesuatu yang Allah ridho.

Wallahu a’lam.

Artikulli paraprakMoU Perlindungan Anak, Benarkah Singapura Teladan?
Artikulli tjetërPotret Buram Masyarakat Sekuler
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini