Cara Aman Menulis Kritis

0
157

Oleh: R. Raraswati
(Penulis Lepas, Muslimah Jember)

Reportase- Krisis kebebasan sedang terjadi di negeri tropis ini. Kebebasan berpendapat, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan mulai dikritisi. Untuk itulah Linimasanews menggelar Bingkis 6 dengan tema “Kiat Menulis Kritis Tetap Aman Secara Hukum”.

Dipandu oleh host yang komunikatif, Ustad Akhmad Adiasta. Bingkis 6 digelar secara virtual melalui ruang zoom, Sabtu (6 Februari 2021).

Adalah Ustad Doni Riw dan Ustad Pedyanto menjadi pembuka pada Bingkis 5 dengan mengajak peserta tetap semangat untuk menulis opini di tengah krisis kebebasan. Menurut beliau, butuh tulisan yang unik agar tetap eksis di media masa.

Tak cukup itu, Bingkis 6 mengundang narasumber yang selalu eksis dengan tulisan unik, tajam dan terpercaya, Ustad Ahmad Khozinudin, S.H. Kali ini beliau mengobarkan api semangat para penulis dengan selalu memperhatikan keamanan.

Namun sebelum membahas tips tersebut, Ustad Ahmad Khozinudin mengingatkan para penulis untuk selalu menghadirkan “ruh” bahwa ada kesadaran hubungan kita sebagai hamba Allah. Menjadikan menulis sebagai bagian dari dakwah. Dengan demikian, kita dapat memahami hal-hal berikut:

Pertama: Pentingnya menulis.
Bahasa tulisan merupakan “propaganda” yang dapat mempengaruhi pemikiran masyarakat. Tulisan dapat memberikan pengaruh dan dampak besar.

“Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala. Namun satu tulisan mampu menembus ribuan bahkan jutaan kepala.”

Kedua: Memahami selalu adanya risiko.
Perbedaan opini di tengah masyarakat itu pasti ada. Ketika pembaca tidak sejalan dengan opini tulisan kita, maka ada risiko berupa komentar, ejekan, bahkan diperkarakan. Sekalipun tulisan yang kita sampaikan adalah fakta dan kebenaran, risiko semacam ini tetap berpeluang.

Namun demikian, semua risiko tersebut tidak berarti kita berhenti menulis. Jangankan penulis, penyebar berita hoax, bahkan tulisan kebenaran jika dianggap tidak sejalan dengan opini pihak tertentu, dapat diperkarakan. Maka dari itu, ketika memahami risiko menulis, setidaknya kita dapat mempersiapkan tulisan dengan baik sebelum mempostingnya. Perlu membaca ulang tulisan, mengendapkan, diteliti, dan diedit terlebih dahulu. Jika yakin tulisan sudah aman, baru diposting atau kirim ke media.

Ketiga: Yakin pada qadha Allah.
Setelah berusaha untuk memperkecil bahkan menghilangkan risiko dalam menulis, kita serahkan pada qadha Allah. Pada dasarnya segala sesuatu terjadi Karena qadha Allah. Bagaimanapun manusia menghindarinya, jika itu sudah qodho Allah, pasti akan terjadi.
Dengan yakin akan qadha-Nya, akan muncul keberanian menulis kritis meski di tengah krisis kebebasan. Berani membongkar kezaliman penguasa dan menyampaikan kebenaran.

Namun demikian, berani bukan berarti penulis bisa asal menulis. Perlu mengendapkan tulisan, baca ulang, edit dan seleksi kalimat sebelum posting. Pesan khusus ustad kepada para emak, agar senantiasa mengingat posisinya sebagai ummun warabatul bait dalam menulis. Maka menulislah sesuai dengan porsinya.

Tiba pada inti tema, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan penulis:

Pertama: Memahami UU ITE, di antaranya adalah pasal-pasal terkait ujaran kebencian dan hoax. Ini sangat penting bagi penulis. Dengan mengetahui UU ITE, penulis dapat menghindari hal-hal yang dapat menyeret ke ranah hukum.

Kedua: Selektif dalam mencari sumber rujukan berita. Diperlukan verifikasi sumber data yang valid bukan berita hoax atau sekedar framing.

Ketiga: Memperhatikan bahasa dengan memilih diksi yang tepat. Tidak semua pemikiran dapat diungkapkan apa adanya dalam suatu tulisan. Bahkan tulisan dengan menyertakan data valid terkadang masih bisa kena delik menyebarkan hoax.

Keempat: Perlunya menulis runut, tidak jumping atau lompat alias ujug-ujug. Untuk itu penulis perlu memperbanyak tsaqofah dan membaca.

Dengan demikian diharapkan penulis dapat menghasilkan tulisan berkualitas,mudah dipahami dan diterima masyarakat.

Allahu a’lam bish showab.

Artikulli paraprakBunuh Diri, Tragedi Sistemik yang Berulang
Artikulli tjetërMata Uang Islam Dicegah, Uang Umat Islam Dijarah
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini