Dari Remaja untuk Dunia

0
131

Oleh: Ning Alfiatus Sa’diyah, S.Pd.

Membahas dunia remaja memang tidak ada habisnya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai kasus yang menimpa dunia remaja akhir-akhir ini, komunitas Smart With Islam (SWI) Bangil mengadakan acara Kajian Populer (KPop) bertajuk “Dari Remaja untuk Dunia” pada tanggal 27 November 2022 di Pesantren Tahfidz Al-Itqon. Acara ini dipandu oleh Kak Fifik sebagai host dan Kak Dia sebagai pemateri.

Mengawali acara, Kak Fifik menyampaikan bahwa sebagai remaja Islam tentu kita pun harus paham tentang potensi kita. Potensi ini harus lebih baik dari masa ke masa dan terus dikembangkan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Apabila amal kita sama saja, maka kita tergolong merugi. Demikian pula jika tingkah laku kita lebih buruk, maka kita termasuk orang yang celaka. Sudah seharusnya seorang Muslim termotivasi menjadi orang yang beruntung dengan terus mengasah potensi agar menjadi lebih baik lagi.

“Islam mengarahkan potensi remaja untuk mengoptimalkan kepada ajaran Islam bukan untuk yang lain. Salah satu contohnya adalah Siti Aisyah ra. Beliau mempunyai ingatan yang kuat. Potensi ini beliau optimalkan untuk menghafal Al-Qur’an dan hadis,” ungkap Kak Dia.

Kak Dia lanjut menegaskan bahwa potensi remaja Islam itu harus diarahkan untuk kebangkitan Islam seperti hadir ke kajian, mendalami Islam, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Kak Dia juga mengingatkan peserta satu pesan penting dari Imam Syafi’i rahimahullah, bahwa waktu itu ibarat pedang. Jika kita tidak lihai dalam menggunakannya, waktulah yang akan menebas kita. Kita juga harus ingat setiap detik waktu terus berputar. Tahun bertambah, tetapi usia kita berkurang. Sedangkan waktu yang sudah terlewat, ia tidak akan bisa kembali terulang. Alangkah celakanya kita jika membiarkan potensi itu berlalu begitu saja seiring dengan terus berjalannya waktu.

Sayangnya, potensi pemuda Muslim hari ini tidak tersalurkan dengan benar. Penyebabnya sebagai berikut:

Pertama, adanya serangan budaya sekuler Barat sehingga remaja Islam hanya mengejar kebahagiaan duniawi saja tanpa memandang halal haram lagi. Mereka lebih suka datang ke tempat hiburan daripada datang ke kajian, lebih suka menyanyi daripada menghafal Al-Qur’an.

Kedua, tidak memahami jati dirinya sebagai remaja Muslim. Akibatnya, remaja Muslim fobia terhadap Islam kaffah akibat isu radikalisme. Mereka pun termotivasi menjadi influencer bukan dalam rangka menjadi duta Islam, melainkan demi eksistensi bahkan ikut mempropagandakan ide-ide moderasi beragama yang membawa umat makin jauh dari Islam kaffah. Demikian penjelasan Kak Dia membahas kondisi remaja saat ini.

Lantas bagaimana semestinya memaksimalkan potensi remaja Islam?

Pertama, mengkaji Islam kaffah secara intensif. Aktivitas ini hukumnya wajib bagi setiap individu. Karena, hanya dengan mengkaji Islam secara kaffah, amal-amal kita bisa sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Kedua, pastikan kita memiliki sahabat bahkan juga komunitas yang selalu mendukung kita dalam beramal saleh. Ingat, lidi sehelai akan sangat mudah dipatahkan dibandingkan dengan seribu lidi yang diikat jadi satu. Jadi, pastikan bahwa kita bersama dengan pejuang-pejuang takwa lainnya agar istikamah sampai akhir hayat.

Ketiga, apa yang sudah kita pahami dan diamalkan, wajib hukumnya untuk dibagikan. Dengan begini, ilmu yang kita dapatkan akan makin melekat dan berlimpah berkah. Kebaikan demi kebaikan akan kita dapatkan.

“Limpahan pahala akan terus mengalir dari setiap orang yang beramal saleh sebab wasilah dakwah kita,” tutur Kak Dia mengakhiri penyampaian materi.

Potensi remaja Islam sudah semestinya diarahkan untuk kebangkitan Islam. Di pundak merekalah, masa depan dunia. Sudah saatnya remaja Islam bangkit berbenah, mempersiapkan diri menjadi duta Islam kafah dan pemimpin peradaban mulia.

Wallâhu a’lam bi ashshawwâb.

Artikulli paraprakMahasiswa Terjerat Pinjol: Bagaimana Sistem Kapitalis Mendidikmu, Wahai Generasi?
Artikulli tjetërKTT G20, Bagai Racun Berbalut Madu bagi Indonesia?
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini