Filosofi Hadiah Buku

0
281

Oleh: Wina Fatiya

Anak-anakku selalu riang jika ada abang paket datang. Apalagi jika yang dicari oleh abang itu adalah nama mereka. Mereka sampai bersorak bak mendapatkan piala kemenangan. Kelucuan dan kepolosan mereka setiap harinya menjadi hiburan spesial bagiku.

“Ayo, Bu, buka paketnya! Ibu beli apa?” tanya si sulung penasaran.
“Ibu nggak beli apa-apa, Nak. Alhamdulillah Ibu dapat rezeki dari Ustadzah di komunitas ODOJ,” jawabku menjelaskan sembari membuka paket itu.

Melihat pengemasan paket yang begitu erat dan susah dibuka dalam sekali sobekan, akhirnya kuajak anak-anak bermain tebak-tebakan terlebih dahulu.

“Ayo coba tebak, apa isi paketnya?” sahutku sambil memotong pembungkus paket dengan gunting.

“Kerudung, Bu,” teriak si sulung.
“Tas, Bu,” sahut si anak tengah.
“Es tlim, Bu,” jawab si bungsu ikut-ikutan.

Sontak kami semua tertawa mendengar jawaban si kecil. Mana mungkin es krim dikirim dalam paket seperti ini. Dalam bayangan kami, tentulah es krimnya sudah berubah menjadi air.

Jreng … jreng … ternyata isi paketnya adalah buku yang selama ini ingin sekali kubaca.

“Alhamdulillah,” gumamku membuka plastik pembungkus buku itu. Tersibaklah halaman demi halaman lautan ilmu yang membuatku tak sabar ingin melahapnya.

Melihat isi paket itu adalah buku, mereka kompak berseru, “Buku lagi?”

“Bu, kenapa hadiahnya selalu buku?” tanya si tengah sembari duduk di pangkuanku. Ia penasaran dengan lembaran buku yang sedang kubolak-balik.

“Nak, hadiah itu mencirikan maksud terdalam dari pemberinya. Jika hadiah itu adalah buku, maka pemberinya sangat berharap, buku itu bisa menjadi amal yang pahalanya panjang. Tidak sekadar hadiah yang habis sekali pakai. Apalagi ilmu di buku ini bisa membuahkan pahala berkali-kali lipat ketika ilmunya diterapkan lalu disebarkan ke orang lain.”

“Jadi, kalau kalian dapat hadiah, mau hadiah buku atau es tlim?” godaku pada mereka sembari mencubit halus hidung si bungsu yang sedang menirukan setiap kalimat dari ucapanku dengan gayanya yang khas. Sungguh menggemaskan.

Mereka pun tersenyum diiringi raut muka bingung. Mereka dilematis untuk menjawab. Di satu sisi mereka sangat suka es krim. Di sisi lain, ibunya baru saja menjelaskan filosofi keutamaan hadiah buku.

Aku bisa menangkap kebingungan mereka. Segera kududukkan si bungsu di pangkuanku yang lain. Si sulung yang tak beranjak dari hadapanku dengan setia menantikan reaksiku selanjutnya.

Kujelaskan pada mereka bahwa kita harus bersyukur dan berbahagia dengan apa pun pemberian dari orang lain. Sebab, hadiah itu hakikatnya adalah rezeki dari Allah. Namun, sebaik-baik hadiah adalah hadiah yang amalnya bukan hanya bisa dirasakan di dunia, namun juga di akhirat. Itulah gambaran cara pandang seorang Muslim yang tujuannya adalah surga dan ridha Allah.

Mendengar penjelasanku yang panjang kali lebar, mereka mengangguk pelan. Entah paham atau tidak, setidaknya aku berusaha menancapkan sisi aqidah dalam setiap peristiwa dan perbuatan. Aku berdoa semoga kelak mereka menjadi orang-orang yang bijaksana dan cerdas memanen hikmah dalam hidupnya.

Bekasi, 15 Maret 2022

Artikulli paraprakMembuat Persatuan dengan Budaya Klenik, Pantaskah?
Artikulli tjetërWacana Penundaan Pemilu, Kepentingan Siapa?
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini