Fungsi Utama Masjid

0
39

Oleh: A. Ahmadah, S.M.

Bagi umat Islam, masjid adalah pusat dari segala aktivitas. Masjid adalah rumah Allah, tentu banyak sekali keberkahan yang akan diperoleh ketika kita beraktivitas di masjid. Masjid adalah institusi terpenting dalam Islam.

Setelah rumah dan tempat kerja, masjid adalah tempat yang paling sering dikunjungi. Di sana, mereka menghidupkan kembali spiritualitas mereka, memperkuat hubungan dengan Pencipta mereka, bertemu saudara-saudara sesama Muslim, dan menjadi bentuk dari silaturahmi.

Pada zaman Rasul Saw, masjid dengan segala aktivitasnya menyatu dengan realitas kehidupan. Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi masjid mulai mengalami pergeseran di kalangan masyarakat Muslim. Sehingga, masjid lebih banyak difungsikan sebagai tempat ibadah shalat 5 waktu saja.

Tidak menutup kemungkinan, pada tahun-tahun kampanye ini, beberapa masyarakat pendukung salah satu parpol ada yang memasang bendera salah satu partainya di masjid. Dengan tujuan untuk menggalang massa dari kalangan kaum muslim.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan masjid maupun rumah ibadah lainnya harus bebas dari kepentingan partai politik maupun lainnya. Ini disampaikan Ma’ruf usai adanya pengibaran bendera salah satu partai politik di masjid wilayah Cirebon yang menuai kritik masyarakat.

“Saya pikir itu sudah ada aturannya ya, bahwa tidak boleh kampanye di kantor pemerintah, di tempat-tempat ibadah, dan di tempat pendidikan. Itu saya kira sudah ada (aturannya),” ujar Ma’ruf dalam keterangan persnya usai menghadiri acara Haul ke-51 K.H. Tubagus Muhammad Falak Abbas bin K.H. Tubagus Abbas di Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan, Bogor, Sabtu (07/01/2023) malam.

Sistem sekularisme telah membatasi peran agama hanya dalam ranah privat saja. Demikian pula membatasi fungsi masjid hanya sebagai tempat ibadah saja. Hal ini tentu saja mengerdilkan fungsi masjid. Seperti penyataan wakil presiden di atas, hanya memandang bahwa fungsi masjid adalah sarana dan tempat untuk mendulang suara guna kepentingan politik. Bahkan, fungsi Masjid dibatasi untuk kegaitan dakwah karena dikhawatirkan mengarah pada pembentukan generasi yang radikal.

Kekhawatiran terpecah belahnya umat akibat masjid untuk kegiatan politik muncul karena lemahnya pemahanan umat akan politik yang hanya membatasi dalam politik praktis. Sebagaimana juga yang diamalkan oleh parpol hari ini. Ancaman terpecah belahnya umat, sejatinya sudah muncul sejak partai Islam bukan lagi partai ideologis Islam. Umat hakikatnya sudah terpecah belah ketika parpol Islam mengejar kepentingan pribadi dan golongan, bukan kepentingan umat secara keseluruhan.

Fungsi Masjid di Masa Rasulullah Saw

Hal ini berbeda dengan fungsi masjid sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Pada masa itu, masjid adalah pusat berbagai kegiatan, mulai ibadah hingga pendidikan, juga tempat melakukan kegiatan politik, dengan makna politik yang dipahami kaum Muslim, bukan politik praktis seperti yang dipraktikkan saat ini.

Masjid pada masa Rasulullah Saw, memiliki peran yang sangat penting untuk pembinaan aqidah umat. Selain sebagai tempat beribadah, masjid digunakan sebagai tempat pendidikan, tempat menyampaikan dakwah, tempat bermusyawarah, tempat kegiatan sosial, tempat pembentukan akhlak hingga sebagai tempat untuk berpolitik yang sesuai dengan pandangan Islam.

Pada masa tersebut, fungsi masjid bisa dimanfaatkan dengan optimal. Sehingga, generasi muda juga akan semakin sering berkumpul di masjid untuk menimba ilmu keislaman dan berdiskusi memecahkan persoalan umat. Menghasilkan banyak kemaslahatan untuk umat. Inilah yang bisa membentengi generesi dari pengaruh buruk lingkungan di luar masjid.

Masjid adalah Tempat Berseminya Mujahid

Berbeda dengan masa sekarang, fungsi masjid seolah dibatasi hanya sebagai tempat sholat saja. Bahkan beberapa waktu lalu, masjid dicurigai sebagai tempat lahirnya generasi radikalis dan teroris. Sungguh miris, padahal rusaknya generasi bukanlah berasal dari masjid, tetapi karena pengaruh lingkungan di mana terterapkannya sistem sekuler-kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga, tercipta masyarakat yang abai terhadap aktivitas amar makruf nahiy mungkar pada saat mereka melihat kemaksiatan.

Dari sinilah, muncul generasi-generasi yang abai dan minus akhlak seperti yang banyak menjangkiti para generasi muda kita. Jika hal ini terus kita biarkan, maka kerusakan generasi tinggal di depan mata.

Maka saatnya, kita mengembalikan fungsi masjid yang sebenarnya, sebagai tempat membina akhlak, tempat menuntut ilmu, tempat bermusyawarah untuk kemaslahatan umat dan sebagai tempat untuk memecahkan persoalan-persoalan umat melalui politik Islam. Agar generasi-generasi bermental pejuang, generasi-generasi mujahid bisa lahir dari masjid ini.

Wallahu a’lam bishshawwab.

Artikulli paraprakSistem Islam Solusi Atasi Narkoba
Artikulli tjetërMarak Dispensasi Perkawinan, Mampukah Menjadi Solusi Rusaknya Pergaulan?
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini