Idola Milenial antara K-Pop dan Rasulullah

0
86

Oleh: Mia Hasna

Hai, guys! Punya idola? Wah pasti semua punya idola. Dari kalangan artis, teman hebat sampai guru terbaik. Ayo jujur siapa yang masih mengidolakan guru Sain. He…..

Yups, memang kalau ngebahas idola semua pasti mempunyai seseorang spesial dalam hidup, bahkan jadi sumber inspirasi dalam hidup. Betul tidak?

Ngomong-ngomong idola hayo jujur siapa yang mengidolakan artis Korea? Ada yang angkat tangan? Ops ga salahkan! Kan lagi tenar bahkan wakil presiden pun mengatakan budaya K-Pop dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan keragaman budaya Indonesia ke luar negeri,” dikutip dari kumparan.com (20/09/2020). Pa yayi lagi sadar ga ya bicara seperti itu!

Hm. Sedih sekali mendengar pernyataan seperti itu. Tapi guys, kalian tau K-pop itu seperti apa? Yang nampak sih orang-orangnya yang kece-kece, grup band yang kompak sampai drama yang bikin gemes sedih sampai lupa dah adzan karena asik nonton. Ayo ngaku!

Di Indonesia, tersebarnya budaya Korea berawal dari drama Korea yang sangat digemari masyarakat. Tidak terbatas hanya pada drama dan musik, semua yang berbau Korea seperti fesyen, makanan, hingga permainan komputer menjadi mesin utama popularitasnya.

Sementara itu di dalam negerinya sendiri, “Korea, Sparkling” menjadi merek (brand) pariwisata yang bertujuan menyampaikan pesan di mana elemen tradisional dan modern hidup berdampingan secara harmonis.

Tak heran jika popularitas K-Pop, film, serial TV, hingga budaya Korea Selatan kini menjamah hampir seluruh pelosok negeri.

Tapi guys, kita harus tau seperti apa sebenarnya k-pop itu! Sejujurnya, K-pop sendiri tengah menuju jurang kehancuran peradaban. Pernahkah kita mengukur seberapa kelam dunia selebritas Korea? Belum lagi kemerosotan generasi di tengah masyarakatnya.

Coba kita indra, bagaimana tingginya angka bunuh diri di kalangan artis Korea? Bagaimana tingginya angka operasi plastik di tengah masyarakat demi tetap bisa menyegarkan mata yang memandangnya? Pun betapa rendahnya angka pernikahan di sana akibat kaum perempuan sudah banyak yang enggan menikah? Mau seperti itu! Nauzubilah

Mereka tak ubahnya generasi rapuh yang menjalani peradaban lapuk. Kebenaran tak lagi menjadi sesuatu yang berarti, karena kebenaran sejati bisa diukur dengan indahnya tampilan fisik melalui seonggok nominal. Apa ini yang bisa menjadi inspirator kemajuan peradaban anak bangsa? Betul-betul inspirasi yang omong kosong. Karena tujuan hidup aja mereka tidak paham. Apa gaya seperti ini yang harus kita tiru.

Sadar guys, kita muslim yang punya aturan hidup yang lengkap. Yang seharusnya hidup kita sesuai dengan islam. Mempunyai idola boleh, tapi lihat dulu siapa yang menjadi idola kita.

Yups. Ngebahas idola, pernah dengar nama Muhammad bin Abdullah, beliau dilahirkan di kota Mekah. Sejak kecil beliau dilatih hidup mandiri. Hingga remaja beliau tumbuh menjadi sosok yang luar biasa. Beliau seorang pemuda yang bisa menyelesaikan perselisihan para pembesar Quraisy yang berselisih dalam meletakkan hajar Aswad di kabah, sehingga diberi gelar Al Amin. Di Mekah beliau dikenal sebagai pedagang yang sukses. Banyak saudagar yang mempercayakan dagangannya kepada beliau termasuk bunda Siti Khodijah yang kelak menjadi istrinya. Dalam berdagang beliau tidak pernah menyakiti pembeli, tidak pernah berlaku curang meski pada zaman itu banyak pedagang yang berlaku curang demi meraup untung besar. Sehingga banyak pembeli yang senang membeli dagangannya. Sikapnya yang luar biasa membuat smua orang senang kepadanya. Dalam usianya yang sangat muda beliau tunjukan kesuksesan hidup. Sudah kenal guys? Iya, beliau adalah Nabi Muhammad SAW.

Tapi ka! K-pop sekarang lagi terkenal apa salah mengidolakannya.
Yups, Jika bicara masalah ketenaran, siapakah kiranya yang lebih tenar dari Rasulullah Saw? Pun, adakah tandingan jumlah follower dari Baginda Nabi Saw? Baginda Nabi Saw dikenal oleh seluruh penduduk bumi bahkan juga oleh penduduk langit. Pengikut Rasulullah Saw tidak hanya hitungan jutaan, tapi milyaran. Ada lawan?

Begitu pula halnya dengan kekayaan. Rasulullah Saw adalah orang yang selalu terdepan dalam mendermakan hartanya. Ada saja tujuan untuk menjadi tempat berderma baginya. Sedekah untuk fakir miskin. Bantuan untuk jihad fi sabilillah, juga nafkah untuk keluarganya. Ini adalah pertanda bahwa Muhammad Saw adalah manusia yang juga kaya akan harta.

Para sahabat Nabi Saw juga tidak terhitung jumlahnya yang tenar dan berdinar. Bahkan keterkenalan mereka tidak sebatas hanya di masanya. Melainkan tembus hingga ke masa kita sekarang.

Abu Bakar As-Shidiq ra, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan ra, dan Ali bin Abi Tholib ra. adalah sahabat yang selalu dikenang hingga sepanjang masa. Mereka adalah Khulafaur Rosyidin yang namanya selalu disebut dalam setiap pelaksanaan salat terawih. Bagaimana eloknya kepemimpinan mereka selepas meninggalnya Rasulullah Saw juga selalu jadi perbincangan. Mereka meninggalkan jejak peradaban Islam gemilang yang tidak akan pernah terlupakan.

Banyak pula sahabat Rasululla Saw yang menjadi hartawan. Bahkan ketika memilih jalan hijrah dari Mekah ke Madinah tanpa membawa harta sedikit pun, kekayaan tetap datang menghampirinya. Dialah Abdurrahman bin Auf ra. yang namanya juga masih kita kenal hingga saat ini. Tentu saja, bukan hanya Abdurrahman bun Auf ra. yang bergelar saudagar kaya, masih banyak yang lainnya.

Ayo masih membandingkan ketenaran? Jadi siapa kira-kira yang bisa menandingi ketenaran mereka? Sudah berubah idolanya?

Biang kerok yang membuat remaja sekarang tidak mengenal sosok idola yang luar biasa yaitu yang bernama kapitalisme, liberalisme yang telah sukses menjauhkan Islam dari pemeluknya. Ko bisa ka? Ya bisa lah, tuh buktinya idola mereka salah.

Yang lebih parah lagi biang kerok ini telah meracuni ulama kita, sehingga mereka sibuk dengan urusan harta dan jabatan. Sedih guys. Umat tengah bingung dengan adanya wabah yang melumpuhkan sendi-sendi kehidupan tidak sedikit nyawa yang sudah melayang, tapi tidak ada satu pun kebijakan yang memihak kepada mereka.

Bagaimana guys masih bingung meletakkan pilihan. Dalam hal ini, ada ayat Allah SWT yang patut kita cermati dan terus menjadi pegangan.

“… Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (TQS Al-Hasyr [59]: 07)

Ayat ini yang hendaknya menjadi pedoman bagi kita untuk mengunduh inspirasi-inspirasi kehidupan, termasuk dalam membangun suatu peradaban. Bagaimanapun, K-Pop dan drakor adalah ikon yang tampak menarik tapi berhilir kebahagiaan semu.

Sesuatu yang semu pastilah berbuah palsu. Betapa sia-sia kehidupan di dunia jika inspirasi itu harus teraruskan gelombang budaya Korea.

K-pop adalah tsaqafah asing yang seharusnya dihantam, bukan malah dibiarkan berkembang di sebuah negeri muslim, karena membahayakan akidah, menghinakan identitas kaum muslim, serta menjerumuskannya menjadi kaum pembebek semata. Padahal, Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih mulia darinya.

Sudah semestinya kaum muslim sadar, aliran makna hidup ini bersandar sepenuh daya dan upaya semata kepada Allah Yang Maha Mengatur manusia, kehidupan, dan alam semesta.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Adz-Dzariyat ayat 56,
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Maka, segala aktivitasnya harus terikat dengan hukum Allah SWT.

Mari renungkan sabda Rasulullah Saw. berikut ini,
“Siapa saja yang bangun di pagi hari, sementara perhatiannya lebih banyak tertuju pada kepentingan dunia, maka ia tidak berurusan dengan Allah. Siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaum muslim maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslim).” (HR Al-Hakim dan Al-Khatib dari Hudzaifah ra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini