Iri yang Dibolehkan

0
101

Oleh: Endang Yuniarsih

Ipteng—Sombong merupakan perbuatan tercela dan Allah tidak menyukainya. Sesungguhnya, Allah sangat menyukai orang-orang yang rendah hati serta qana’ah.

Bukan lagi hal yang aneh ketika kita mendapati beraneka sifat dan karakter manusia di daerah tempat tinggal kita. Terkadang, itu membuat kita harus menarik napas yang dalam. Minimnya pemahaman ilmu agama mengantarkan mereka ke lembah yang curam.

Terkadang, konsep pemikiran yang kita miliki tak searah dengan pemikiran mereka. Ada yang diberi masukan, malah ujungnya berkata, “Kamu siapa? Ngapain ngurusin orang. Kamu anak kemarin sore, tahu apa?”

Jika didiamkan, hati tidak kuat, riuh ingin memberontak dan mengatakan kebenaran. Dengan banyak pertimbangan, akhirnya kita harus menyampaikan kebenaran, meskipun hati orang yang menerima bergemuruh.

Kadang kita bertanya-tanya, apa yang ada di benak manusia saat menyombongkan diri? Apa karena kepintarannya, jabatan, kecantikan, harta yang melimpah? Apakah itu harus disombongkan?

Tak sedikit kita jumpai ada yang berucap seakan membenarkan tindakan orang yang sombong, “Wajar dia sombong. Dia cantik, pintar, punya kedudukan, banyak harta. Kalau kita, apa yang mau disombongkan?”

Na’udzubillahi mindzalik. Haruskah kita iri dengan itu semua? Apakah manusia akan hina di hadapan sesama makhluk ciptaan Allah hanya karena perbedaan kasta dan harta? Tidakkah kita pahami bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan? Bukankah di Yaumul Akhir kelak semuanya akan dihisab dan akan dimintai pertanggung jawaban?

Allah SWT yang menciptakan dunia dan seisinya tidak sombong. Bahkan, tidak membeda-bedakan makhluk-Nya, kecuali mereka orang-orang mukmin yang menaati-Nya. Karena orang yang taat punya nilai tersendiri di hadapan-Nya.

Sebagai seorang hamba, semestinya kita paham mengenai itu semua. Menyombongkan diri dengan berbagai alasan itu tak layak untuk dilakukan. Kita harus malu ketika Allah mendengar dan melihatnya.

Harta, tahta, dan kecantikan, itu sifatnya fana. Itu semua hanya titipan. Kapan pun Sang Pemilik yang sebenarnya ingin mengambilnya dari kita, apakah kita bisa menghindar dan berkata jangan ambil? Tentu tidak bisa bukan?

Semua itu bersifat sementara. Harta bisa habis. Tahta bisa beralih. Kecantikan akan pudar seiring bergantinya waktu. Sebagaimana di dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 18:

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong ) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Dan di dalam hadits dinyatakan, “Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu dari Nabi SAW, beliau bersabda: ‘Tidak akan masuk surga, seseorang yang didalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi. Ada seseorang bertanya. Bagaimana dengan seseorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?’ Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain’.”

Sementara, iri yang dibolehkan ialah ketika kita melihat orang lain ta’at, rajin beribadah, banyak bersedekah, hapal Al-Qur’an, hadits, suka berdakwah, dan meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Jadi itulah yang wajib kita irikan dan berlomba-lomba untuk meraih rida-Nya.

Semoga segala Amal ibadah yang kita kerjakan di dunia kelak bisa menjadi hujjah di hadapan Allah SWT.

Artikulli paraprakPemberian Reward Pemuda, antara Harapan dan Khayalan untuk Kebangkitan
Artikulli tjetërBanjir, Persoalan Pelik yang Tak Pernah Selesai
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini