Islam Menjaga Keamanan

0
60

Oleh. Rochma Ummu Arifah

Linimasanews.com—Dari hari ke hari, beragam kasus kekerasan yang mengancam keamanan manusia tersaji di pemberitaan media. Banyaknya kasus kekerasan seperti ini seakan makin memperlihatkan betapa mahalnya harga keamanan jiwa manusia di era saat ini. Terkadang, hanya karena alasan sepele, seseorang dengan mudahnya melakukan kekerasan, bahkan sampai menghilangkan nyawa manusia yang lainnya.

Berita tentang Christian Rudolf Tobing, mantan pendeta muda yang tampak tersenyum bahagia setelah melakukan pembunuhan, viral. Kisahnya makin membuat publik terkejut setelah diketahui bahwa Rudolf belajar melalui internet selama tiga hari tentang cara membunuh dalam senyap agar tak diketahui orang lain (detik.com, 23/10/2022).

Selain cerita Rudolf, publik juga disajikan kabar mengenai bayi berusia empat bulan di Maros, Sulawesi Selatan yang mengalami cidera parah di bagian kepala sampai akhirnya meninggal setelah dibanting sang Paman. Bayi tak berdosa itu menangis sekeras-kerasnya setelah mengalami penganiayaan oleh pamannya sendiri (kompas.com, 23/10/2022).

Kekerasan makin marak dilakukan oleh berbagai pelaku, baik pria, wanita, remaja sampai dewasa atau bahkan ibu ke bayinya. Masyarakat pun juga ikut cemas mengenai keamanan di negeri ini karena rasanya makin mahal harga keamanan. Kekerasan pun dilakukan dengan aneka motif, tak jarang juga disertai dengan motif pencurian atau perampokan.

Islam Menjaga Keamanan

Salah satu hal penting yang utama ketika aturan Islam diterapkan dengan sempurna adalah kemampuannya dalam menghadirkan keamanan masyarakat. Islam dengan aturannya memiliki sejumlah aturan dan mekanisme untuk menjaga keamanan masyarakat yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan kriminalitas.

Hal ini dijalankan dengan penerapan sistem sanksi terhadap pelaku kekerasan. Pembunuh diberikan hukuman qisas, pembegal sampai pembunuhan juga diberikan hukuman dibunuh dan disalib. Pelaku pencurian juga diberikan hukuman potong tangan jika yang dicuri mencapai nisab.

Penerapan sistem sanksi ini memberikan manfaat sebagai pemberi efek jera bagi masyarakat. Dengan melihat penerapan ini, tentu saja masyarakat yang lain akan menghilangkan niatnya untuk melakukan perbuatan yang serupa. Penerapan hukum ini pun sama, tak tebang pilih seperti penerapan hukum saat ini yang cenderung tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Selain itu, Islam juga memiliki sejumlah mekanisme untuk menciptakan kesejahteraan di dalam kehidupan, sehingga mampu meminimalkan, bahkan menghilangkan kejahatan akibat kemiskinan. Misalnya, mencuri dan membunuh karena dalam keadaan terpepet kondisi ekonomi, hal ini sangat dijaga oleh Islam. Negara memiliki komitmen tinggi untuk menghadirkan kemaslahatan kehidupan masyarakat. Sistem ekonomi Islam dijalankan untuk menggapai hal ini.

Demikian pula dengan tatanan sosial. Islam menjaga pola interaksi hubungan pria dan wanita di dalam masyarakat sehingga meminimalkan konflik. Kekerasan seksual ataupun rusaknya hubungan rumah tangga yang memicu konflik juga dapat diminimalkan dengan penerapan tatanan sosial sesuai syariat Islam.

Untuk pribadi Muslim, Islam juga mengajarkan agar tidak berbuat zalim kepada sesama. Apalagi sampai melakukan keburukan ataupun menghilangkan nyawa manusia.

Islam memberikan edukasi akidah. Di sana ada pemahaman bahwa Allah SWT tidak menyukai seseorang yang berbuat kerusakan sebagaimana yang disebutkan di dalam surat Yunus ayat 40. “Dan di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (Al-Qur’an), dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Sedangkan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Yunus : 40)

Semua sistem kehidupan ini memang hanya mampu diwujudkan jika sistem Islam ini diterapkan secara sempurna dan menyeluruh di seluruh kehidupan manusia dalam bingkai negara. Dengan begitu, segala bentuk kekerasan dan kejahatan akan minimal ada. Kemaslahatan dan kesejahteraan hidup pun akan lebih mudah tercapai.

Artikulli paraprakCukupkah Orang Baik Masuk Politik Agar Negara Menjadi Baik?
Artikulli tjetërMisi Rasyid
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini