Islam Solusi Praktis Berantas Narkoba

0
37

Oleh: Nurlela

Linimasanews.com—Penyalahgunaan narkoba (narkotik, psikotropika dan obat-obatan terlarang), hingga kini masih menjadi permasalahan krusial yang mendera hampir seluruh negara di dunia ini, tidak terkecuali di Indonesia. Di negeri ini permasalahan penyalahgunaan narkoba masih menjadi pekerjaan rumah yang belum mampu diselesaikan oleh penguasa negeri ini, bahkan kini menjadi lebih kompleks. Hal ini terbukti dengan semakin bertambahnya jumlah pengguna barang haram ini secara signifikan, semakin beragam polanya, semakin masif peredarannya, dan juga menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat mulai dari masyarakat biasa, aparat keamanan, bahkan juga menyasar di kalangan publik figur yang dijadikan role model oleh sebagian masyarakat.

Baru-baru ini, seorang publik figur, Rivaldo Fifaldi Surya Permana harus kembali berusaha dengan pihak kepolisian dikarenakan kasus penyalahgunaan narkoba untuk ketiga kalinya. Rivaldo diamankan oleh pihak kepolisian pada Senin, 9 Januari 2023 dengan barang bukti berupa ganja dan sabu pada saat di lakukan penggeledahan. Kabid Humas Polda Metro jaya, Kombes Hendra Zulfan menyatakan, penangkapan aktor Rivaldo berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang melaporkan jika TKP (tempat kejadian perkara) kerap dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba (Republika.co.id, 12/01/2023).

Sejatinya, narkoba merupakan barang yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan dampak negatif bagi pemakainya yang sudah pasti akan merugikan dan memberikan efek buruk bagi kesehatan fisik seperti gangguan jantung, otak, paru-paru, TBC, dan lain-lain dan juga dapat menimbulkan gangguan mental atau kejiwaan bagi penggunanya seperti menyebabkan depresi, gangguan jiwa berat/psikotik, bunuh diri, hingga melakukan tindakan kejahatan, kekerasan, dan pengrusakan (Indonesiabaik.id).

Namun ,mengapa peredaran narkoba yang sudah jelas jelas berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental penggunanya begitu sulit diberantas di negeri ini. Padahal, sosialisasi akan bahaya narkoba terus digencarkan, bahkan penangkapan pelaku terus dilakukan. Namun, peredaran narkoba di negeri ini seolah tidak ada habisnya.

“Tidak ada asap jika tidak ada api,” mungkin pribahasa ini mampu menggambarkan bahwa maraknya kasus penyalahgunaan narkoba yang saat ini mendera hampir seluruh negara di dunia, termasuk negeri ini bukanlah tanpa sebab. Hal ini merupakan buah dari diterapkannya sistem kapitalisme.

Sistem kapitalisme yang menjadikan materi standar dilakukannya suatu perbuatan telah melahirkan gaya hidup hedonisme, yakni gaya hidup yang begitu memuja kenikmatan jasmani setinggi tingginya. Sistem ini pun telah melahirkan berbagai ide kebebasan (liberalisme), yakni kebebasan bertingkah laku, kebebasan berakidah, kebebasan individu, dan kebebasan kepemilikan. Ide kebebasan ini mengajarkan bahwa manusia harus diberikan kebebasan untuk mendapatkan kenikmatan jasmani setinggi-tingginya.

Akibatnya, masyarakat akan melakukan apapun untuk mendapatkan kenikmatan jasmani. Salah satunya dengan mengonsumsi barang haram, narkoba, meskipun bertentangan dengan norma kemasyarakatan, bahkan bertentangan dengan aturan Islam.

Tidak hanya itu, kapitalisme dengan akidah sekuler telah menghilangkan peran agama dalam kehidupan. Hal itu mengakibatkan hilangnya nilai-nilai ketaqwaan dalam diri individu masyarakat. Tidak ada lagi standar halal dan haram. Kondisi ini menjadikan kerusakan tatanan masyarakat menjadi ‘sempurna’.

Permasalahan ini semakin bertambah buruk manakala penguasa tidak menjalankan kewajibannya sebagai pelindung rakyat. Hal ini tampak dari sanksi yang diberikan oleh penguasa kepada pelaku penyalahgunaan narkoba tidak mampu memberikan efek jera.Tidak sedikit para pelaku penyalahgunaan narkoba mendapatkan perlakuan yang istimewa, bahkan banyak pula para pelaku yang justru bebas dari jerat hukuman.

Islam Memberantas Narkoba

Sebagai sebuah agama yang penuh rahmat yang diturunkan oleh Allah SWT untuk manusia, Islam memiliki seperangkat aturan yang menjadi ‘problem solving’ bagi segala permasalahan kehidupan manusia, termasuk permasalahan penyalahgunaan narkoba. Islam tidak memandang sepele permasalahan narkoba. Hal ini dikarenakan narkoba merupakan barang yang diharamkan dan dapat merusak akal manusia. Di dalam Islam, zat aditif semisal ganja, sabu, ekstasi, dan lain-lain dapat diqiyaskan kepada hukum keharaman khamr. Allah SWT berfirman:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ

“Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan.” (QS Al-Baqarah: 219)

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya dengan zat yang memabukkan, diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan, setiap zat yang dapat menghilangkan akal hukumnya haram untuk dikonsumsi.”

Rasulullah Saw melarang untuk mengkonsumsi segala sesuatu yang memabukkan dan merusak akal. Dari Ummu Salamah menuturkan, Rasulullah Saw bersabda:

“Rasulullah melarang setiap zat yang memabukkan.”

Maka, jelaslah hukum narkoba adalah haram. Islam mengajarkan bahwa setiap perbuatan manusia akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Setiap amal saleh akan mendapatkan balasan di akhirat, begitu pun dengan perbuatan dosa akan mendapatkan ganjaran.

Penyalahgunaan narkoba seperti mengonsumsi, memproduksi, dan menjual barang-barang tersebut adalah perbuatan dosa yang kelak akan mendapatkan siksa pedih di akhirat dan termasuk tindakan kriminalitas.

Karenanya, Islam memiliki mekanisme tersendiri untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Negara akan menutup rapat celah peredaran narkoba di tengah-tengah masyarakat. Negara pun akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan individu masyarakat kepada Allah SWT. Karena, ketakwaan akan menjadi kontrol bagi masyarakat agar tidak mengonsumsi, memproduksi, atau mengedarkan narkoba atau barang haram lainnya di tengah-tengah masyarakat.

Negara juga akan menerapkan sistem sanksi yang mampu memberikan efek jera bagi para pelaku kriminalitas termasuk pelaku penyalahgunaan narkoba, baik pengguna, pengedar maupun pembuatnya. Penyalahgunaan narkoba termasuk perkara ta’zir, yakni jenis sanksi yang bentuk hukuman nya berbeda beda sesuai dengan hasil ijtihad Khalifah atau qadhi. Bisa berupa hukuman penjara, cambuk, jilid, di publikasikan ke masyarakat, hingga hukuman mati sesuai dengan tingkat kejahatan dan bahaya yang di timbulkan di tengah-tengah masyarakat.

Sementara pelaksanaan sanksi untuk pelaku kejahatan termasuk penyalahgunaan narkoba dilakukan di depan khalayak ramai. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat paham bahwa sanksi atas pelaku kejahatan adalah berat, sehingga masyarakat akan berpikir ribuan kali untuk melakukan kejahatan yang serupa. Dengan adanya pemberian sanksi yang tegas maka kejahatan penyalahgunaan narkoba bisa diberantas hingga tuntas.

Inilah upaya Islam untuk mengatasi kasus penyalahgunaan narkoba. Jelaslah bahwa sistem kapitalisme yang mengatur kehidupan saat ini adalah sistem yang rusak dan membawa kerusakan bagi masyarakat. Kapitalisme telah menjadi ‘pupuk’ yang menumbuh suburkan berbagai kejahatan di negeri ini termasuk kejahatan penyalahgunaan narkoba. Dan jelaskan bahwa tidak ada solusi lain yang mampu mengatasi berbagai tindakan kriminalitas termasuk penyalahgunaan narkoba kecuali dengan penerapan Islam secara Kaffah dalam kehidupan bernegara.

Wallahu a’lam.

Artikulli paraprakMaraknya Kekerasan Seksual Alarm Rusaknya Sebuah Peradaban
Artikulli tjetërLonjakan Kasus TBC Anak di Bantul, Ada Apa?
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini