Islam Solusi Tuntas Predator Anak

0
10

Oleh : Dwi Sarni (Jakarta Utara)

Linimasanews.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) yang memungkinkan penerapan hukuman tambahan selain pidana penjara yaitu kebiri kimia. Peraturan itu tertuang dalam PP no.70 Tahun 2020 yang ditetapkan presiden Jokowi per 07/12/2020 ( viva.co.id 03/01/2021).

Hukuman kebiri kimia dinilai akan menjadi ancaman bagi pelaku kekerasan seksual pada anak atau sering disebut predator anak. Dengan diterapkannya PP ini, diharapkan akan memberi efek jera karena dianggap sanksi paling tinggi dan setimpal.

Para pelaku itu nantinya akan dikebiri kimia serta dipasangi alat pendeteksi elektronik berupa gelang. Selain itu identitas mereka akan diumumkan ke publik.

Dalam PP itu disebutkan kebiri kimia merupakan pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain untuk menekan hasrat seksual berlebih. Kebiri kimia itu akan diterapkan dalam jangka waktu paling lama 2 tahun.

Akan tetapi, ternyata keputusan ini sempat ditolak oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai eksekutor pelaksana. IDI menilai bahwa hukuman kebiri kimia ini bertentangan dengan kode edik kedokteran dan sumpah dokter.
Selain mandapat penolakan dari IDI, hukuman kebiri ini memang menjadi kontroversi. Pasalnya, akan menimbulkan banyak efek samping seperti gairah seks menurun, ginekosmatia (penumbuhan payudara), kehilangan kemampuan ereksi, pusing dan mual, serta perdarahan pada usus (Liputan6.com 28/08/2019).

Efek samping yang diakibatkan suntikan kimia ini selain bertentangan dengan kode etik kedokteran juga bertentangan dengan syariat Islam. Allah menciptakan manusia sepaket dengan kebutuhan jasmani dan naluri, yang mana keduanya membutuhkan pemenuhan.

Gairah seksual adalah naluri untuk melanjutkan keturunan, maka menurunkan gairah dan kemampuan ereksi merupakan pelanggara karena menyalahi fitrah laki-laki.

Ginekosmatia adalah perubahan fisik dengan tumbuhnya payudara. Ini disebabkan karena menurunnya hormon androgen dan testoteron. Jelas ini bersebrangan dengan ajaran Islam. Bahwa laki-laki tidak boleh menyerupai perempuan.

Rasulullah SAW bersabda:
“Allah melaknat para perempuan yang menyerupai laki-laki dan para lelaki yang menyerupai perempuan.” (HR. Bukhori)

Kebiri kima ini juga mengakibatkan seseorang akan mengalami depresi di masa mendatang karena ketidakseimbangan hormon. Belum lagi jika masa injeksi kimia ini habis, kemungkinan dia kembali melakukan aksi yang sama malah bisa lebih biadap dari sebelumnya.

Faktor Penyebab Predator Anak
Predator seksual anak dipicu banyak faktor seperti lemah iman, pemikiran dan gaya hidup sekuler, rendahnya pendidikan dan sanksi yang ringan. Lemahnya iman dan minimnya ilmu agama sesorang ditambah dengan kecanduan konten porno.

Seperti kita ketahui bahwa pelajaran agama di sekolah hanya sebatas teori dan formalitas. Gerakan pengajian dan konten dakwah dijegal pemerintah, dipresekusi, dicap radikal. Sedangkan, konten porno bebas akses segala usia. Padahal melihat konten porno ini menyebabkan sesorang berfantasi seksual yang akibatnya dilampiasakanlah pada anak-anak.

Pemikiran dan gaya hidup sekuler sudah menjadi habits masyarakat kita, yaitu pemisahan antara aturan agama dengan kehidupan dunia. Masyarakat mengikuti ide sekularisme dari Barat yang menjunjung kebebasan tanpa mengaitkan kebutuhan seksual dengan agama. Barat memandang kebutuhan itu harus dipenuhi saat ini juga, maka terjadilah eksploitasi kebutuhan seksual dengan berbagai cara seperti berzina, homo, lesbi dan pedofilia. Bagi mereka yang penting bahagia.

Semua sebab musabab pemicu kekerasan seksual pada anak ini adalah buah dari penerapan sistem liberalisme sekularisme. Selama sistem ini diterapkan maka jangan harap kasus kekerasan seksual dan pedofilia dapat teratasi.

Cara Islam Atasi Predator Anak

Dalam Islam unsur seksualitas baik laki-laki maupun perempuan adalah naluri manusia untuk melanjutkan keturunan. Jalur pernikahan adalah wadah pemenuhan naluri tersebut. Maka syarat menikah dipermudah bahkan difasilitasi, bukan malah dipersulit seperti saat ini.

Dalam sistem Islam, negara menutup segala akses dari konten merusak seperti pornografi yang dapat merangsang munculnya syahwat. Lalu bagaimana sanksi untuk para predator ini? Tentu tidak dengan kebiri, karena kebiri dalam Islam hukumnya haram.

Sanksinya akan dikembalikan pada jenis pelanggaran atau kejahatannya.
Perzinahan maka hukumannya adalah rajam jika ia sudah menikah dan cambuk seratus kali jika ia belum menikah.

Sodomi, homo maupun lesbi maka hukumannya adalah hukuman mati.
Pelecehan tidak sampai zina maka hukumannya berupa hukuman ta’zir.
Sanksi ini tentu sangat efektif dan solutif karena bersumber dari hukum Islam. Pelaksanaan hukuman ini akan dipersaksikan terbuka, sehingga akan memberikan efek jera. Siapa pun yang melihatnya pasti akan berpikir beribu kali untuk melakukan kejahatan yang sama. Dalam Islam, sanksi bukan hanya sekedar hukuman saja namun juga sebagai penebusan dosa atau kafarat.

Dengan penerapan sistem Islam secara kaffah segala masalah dapat diatasi dengan mudah. Kasus predator anak pun akan ditebas secara tuntas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini