Keramat

0
5

Oleh: Afiyah Rasyad

Bulir bening jatuh dalam senyuman
Saat buah hati luruh dalam ketaatan
Masa lalu dirindukan
Simfoni rengekan dalam dekapan kembali dirasakan

Bulir peluh tak pernah mengaduh
Meski lelah, ibu selalu siap jadi tempat berlabuh
Tak terhitung berapa kali berbuat gaduh
Hati ibu lapang dan siap merengkuh

Sakitnya buah hati membuatnya tak punya nyali
Dirawat sepenuh hati dengan seluas harapan yang dititi
Kesembuhan yang datang dari Ilahi
Menyongsong masa depan yang berseri

Ibu adalah keramat
Kasih sayangnya tak pernah berkhianat
Meski jarak jauh tertambat
Buah hati selalu memikat

Baluran doa dilangitkan
Anak sholih yang didambakan
Tumbuh menjadi mutiara peradaban
Tangguh dalam menebar kebenaran

Ibu adalah keramat
Dalam tiap kata yang tersemat
Menuntun asa dengan penuh hikmat
Agar keluarga selamat dunia akhirat

Suratan takdir diridloi
Berpendar cahaya kelapangan hati
Dalam setiap langkah buah hati
Pada perjuangan yang terpatri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini