Laki-laki, Perempuan dan Seks

2
261

Oleh: Aishaa Rahma

Jujur saya kebingungan, Mak. Bagaimana saya harus menulis sesuatu hal yang berhubungan dengan ranah pribadi. Bagaimana cara memaparkan secara mendalam tanpa menyebutkan sesuatu yang boleh dituliskan dan tidak boleh dibaca orang.

Tapi pembahasan ini, suatu waktu menjadi hal penting saat saya bermain ke rumah teman, beliau salah seorang dokter. Di sana saya melihat sebuah buku yang membahas masalah seksual secara detail dan mendalam. Saya sempat meminjam dan membaca isinya. Saya jelas tidak bisa menjabarkan sebaik buku tersebut. Namun, saya mengambil garis besar sebagai pembelajaran diri saya. Dan sekarang saya sampaikan di forum ini.

Langsung saja ya. Kita mengetahui struktur fisiologis laki-laki berbeda dengan perempuan. Sehingga cara menanggapi hubungan seksual pun berbeda. Demikian pula secara tabiat. Laki-laki dan perempuan jelas tidak sama.

Tak jarang, ketidaktahuan ini menimbulkan pendapat bahwa laki-laki diciptakan untuk berhubungan seksual. Hubungan seksual bagi laki-laki dipandang seperti masalah sentral, tanpa hubungan seksual tersebut, hubungan suami istri akan lemah, layu dan berakhir.

Para emak Sholihah, perbedaan laki-laki dan perempuan sebenarnya sangat banyak, dan hampir masuk dalam semua segi.

Pembahasan dari sisi laki-laki, yang dibutuhkan laki-laki untuk meningkatkan gairah sangatlah sepele, betul? Mereka cukup meraba tubuh secara ringan, berbicara masalah seks, melihat perempuan cantik, melihat anggota tubuh yang tersingkap, atau dari media gambar yang memunculkan hasrat.

Yang terpenting, rangsangan seksual laki-laki tidak memerlukan banyak tenaga dan usaha. Bagi laki-laki, untuk menyelesaikan aktivitas seksual tidak membutuhkan waktu yang lama. Begitu selesai, libido lelaki akan tenang kembali.

Sedangkan bagi perempuan, berbeda sekali.

Cara laki-laki melakukan hubungan seksual juga tidak menyenangkan perempuan. Ini akan membuat wanita menjadi emosi dan benci. Perempuan tidak merasakan kenikmatan dalam hubungan seksual kilat. Perempuan cenderung menyenangi cara yang perlahan dalam setiap tahapan.

Dari sini, kita bisa mengidentikkan cara berhubungan yang disenangi laki-laki dan perempuan seperti perbedaan 2 mobil.

Laki-laki menggunakan bahan bakar bensin, sedangkan perempuan seperti mobil yang bermesin diesel (berbahan bakar solar).

Pemanasan mobil bensin tidak perlu lama, sedangkan mobil diesel memerlukan waktu lebih lama. Inilah ciri kedua mobil tersebut.

Atau kita bisa menyamakan kedua orang tersebut dengan dua orang pelari, salah satunya pelari cepat 100 meter, sedang yang lainnya pelari lintas alam (cross country). Pelari cepat (laki-laki) selalu siap lari, dan ketika sudah selesai berlari maka permasalahan selesai.

Sedangkan pelari lintas alam (perempuan), larinya lebih lambat dan memerlukan waktu yang lama.

Semoga contoh diatas dapat menggambarkan perbedaan keduanya.

Agar berhasil dalam kehidupan seksual, ada baiknya memperhatikan sisi cinta dan perbincangan, karena hal tersebut adalah langkah yang penting. Keberhasilan tersebut berarti kemudahan untuk menerapkan cara yang benar dalam hubungan seksual yang sehat. Otomatis, hal itu akan memperbaiki hubungan rumah tangga.

Suatu teori ilmiah mengatakan bahwa hubungan seksual adalah sesuatu yang bisa membuat laki-laki merasakan cinta dan ia sangat memerlukannya.

Sementara bagi perempuan segalanya bertolak belakang. Perempuan akan merasakan, membutuhkan dan merindukan hubungan seksual bila ia telah mendapatkan perasaan cinta (romantisme). Cinta bagi perempuan adalah kunci agar ia bisa merasakan kebutuhan dan keinginan melakukan hubungan seksual.

Biasanya perempuan sangat buruk dalam memahami cara laki-laki berinteraksi dengan seksual. Sementara perempuan salah ketika membayangkan bahwa yang diinginkan laki-laki adalah hubungan seksual semata. Artinya: “perempuan tidak tahu nilai penting hubungan seksual yang sebenarnya bagi laki-laki.”

Padahal, bagi sebagian laki-laki, perasaan cinta dan kasih sayang akan menjadi terbarui kembali dengan melakukan hubungan seksual. Terlebih ketika menikmati proses tersebut. Di sini letak salah pahamnya.

Ketika seorang laki-laki bertemu dengan seorang perempuan dan keduanya ingin melakukan hububungan seksual, maka sikap laki-laki akan sangat berbeda dengan perempuan. Perempuan ingin mendapatkan romantisme terlebih dahulu.

Sikap ini yang biasanya tidak dipahami oleh laki-laki, dan ia membayangkan bahwa perempuan dengan sengaja menginginkan agar laki-laki tidak mendapatkan diri dan tidak mau melakukan hubungan seksual. Bagi laki-laki seakan “perempuan ini zalim sekali”.

Betapa banyak laki-laki salah menduga dan di dalam otaknya berisi bermacam pikiran, keraguan dan tuduhan. Padahal semua tuduhan tersebut tidak beralasan. Masalahnya, sudahkah laki-laki jua paham tentang perempuan?

Inilah tabiat laki-laki dan perempuan. Ini adalah tabiat yang diberikan oleh Sang Pencipta, yang di dalamnya terkandung hikmah, untuk dipelajari dan tidak mengabaikannya.

Sebab, di luar sana banyak kehancuran keluarga yang dimulai dari ketidakberesan urusan ranjang.

Laki-laki ingin langsung melakukan hubungan seksual sedangkan perempuan menginginkan romantisme. Keadaan seperti ini pada saat tertentu saling bertentangan. Nah, kita tidak akan mendapatkan kehidupan seksual yang istimewa kecuali kita paham pada perbedaan tabiat antara kedua jenis manusia ini.

Tak jarang, wanita merasa tabu membahas urusan seksual terhadap pasangan. Mereka cenderung pasif dan pasrah. Yang penting suami sudah terpenuhi. Tapi jiwa perempuan sendiri sebenarnya kosong, tak menikmati. Hasilnya lelah, tak sedikit yang malas urusan pemenuhan batin ini.

Sudah menjadi rahasia umum, setelah melewati beberapa tahun akan terlihat salah satu dari pasangan mengalami penurunan keinginan. Padahal penyebab dari keadaan tersebut adalah adanya kesalahan dalam cara melakukan hubungan seksual. Hal tersebut bisa dihilangkan dengan cara mengetahui kebutuhan pokok pada masing-masing pihak.

Tanpa pemahaman yang benar pada perbedaan tabiat dan kebutuhan yang berbeda tersebut, maka seiring berjalannya waktu, kehidupan seksual menjadi rutinitas yang membosankan, dan tak jarang memunculkan masalah baru yang tak diduga akibat salah memahami tabiat keduanya.

Keberhasilan laki-laki dalam melakukan hubungan seksual yang baik akan membantu perempuan merasakan cinta. Perasaan inilah yang akan mengubah cara ia bersikap pada perempuan.

Ketenangan jiwa laki-laki akan membantu menciptakan suasana yang diliputi kasih sayang, dan perasaan tersebut pada akhirnya akan meliputi seluruh anggota keluarga.

Keadaan ini akan membantu menghilangkan atau mengurangi perselisihan dan permasalahan.

Nah, bagaimana? Nggak sevulgar judulnya kan? Tinggal prakteknya, eh..hehe.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini