Liberalisme Lebih Menakutkan dari Corona

0
237

Oleh : Sri Wahyu Indawati, M.Pd
(Inspirator Smart Parents)

Pagi-pagi baca postingan orang nomor 1 di Kalbar. Ternyata madu hutan asli bagus untuk menjaga kesehatan. Ada yang komentar, untuk membedakan madu asli dengan madu palsu itu mudah. Kalau madu dibawa pulang ke rumah kemudian langsung disimpan istri di kulkas, berarti itu madu palsu. Kalau madu dibawa ke rumah, kemudian piring, kuali, panci, sapu berterbangan, berarti itu madu asli. Heheh, lucu juga warga Pontianak.

Cerita madu, sepertinya khas dengan wanita ya. Pasti persepsinya negatif duluan, pelakunya digelari pelakor. Seolah perempuan yang jadi kaum tertindas. Jualanannya para feminis. Padahal ada yang sama dengan pelakor, itu… laki-laki perebut bini orang (pebinor). Sudah tahu si wanita sudah bersuami, masih saja digoda dan ‘sok’ memberikan perhatian.

Islam memberikan aturan poligami untuk laki-laki maksimal 4 istri, bahkan cukup 1 saja kalau takut tidak bisa adil. Sudah tahu ya, feminis suka menyerang syari’at ini.

Kalau pebinor mau jadi suami ke berapa? Nanti anaknya anak siapa, DNA-nya DNA siapa. Jadi ingat kondisi masyarakat jahiliyah sebelum Islam datang. Islam itu jelas dan sempurna aturannya. Perempuan dijaga kehormatan dan kemuliaannya.

Ingat ya dear, jeratan gombal pebinor ibarat racun berbalut madu. Bisa bikin kamu meleleh disaat hati kamu gersang dari perhatian suami yang lagi stres memikirkan kecukupan dapur saat wabah covid-19.

Iblis langsung kerahkan pasukannya untuk menyerang mata, telinga, hati dan pikiranmu hingga bergerilya menyusuri aliran darah mu. Buat apa coba? Ya buat menghancurkan mahligai rumah tangga yang kamu bina bersama pasangan halal mu (baca: suami). Anak-anak juga akan jadi korban dari keretakan rumah tangga.

Realita pandemik covid-19 berdampak pada ketahanan keluarga yang rentan pada perceraian. Phobia menghantui keluarga. Takut corona udah pasti. Ada buntutnya, seperti takut PHK, takut napi, takut lapar, takut tidak ada uang, takut keluar. Bahkan lebih menyakitkan lagi ada yang takut Islam. Masa ditambah lagi dengan takut pebinor.

Media daring memang lagi booming. Semua orang juga pasti mengalami kebosanan. Di rumah yang dilihat itu itu juga. Tak dipungkiri, semua orang asyik dengan gawai dan percakapan via medsos. Aduh, jadi kesempatan pula bagi pebinor buat menggoda istri orang. Tolong ya tolong…

Inilah pergaulan kehidupan liberalisme yang berlandaskan pada sekulerisme yang lahir dari ideologi kapitalisme, menghalalkan kebebasan dalam pergaulan. Menghancurkan bangunan masyarakat dan keluarga yang lebih rapuh dari sarang laba-laba. Menelantarkan hak-hak anak. Hak anak bukan perkara nafkah uang saja, mereka juga berhak untuk mendapatkan kasih sayang dan bonding dari orang tua kandungnya. Bagaimana jika terjadi perceraian?

Sebagai pakar konsultasi parenting, tidak jarang ada yang konsultasi tentang rumah tangga dan problemnya ke saya. Ya begitulah, parenting selalu berkorelasi dengan problem pasutri. Tidak mungkin saya diamkan saja. Karena ketika kita mampu memberikan solusi untuk menyelesaikan problem rumah tangga, disitulah para konsultan parenting sedikit membantu masa depan generasi.

Kenapa saya katakan sedikit, karena kami tidak punya kuasa sebagaimana negara memberikan aturan, kontrol dan sanksi. Beda jika hal tersebut diatur oleh negara. Sebagai contoh kehidupan keluarga di masa Khilafah. Sistem pergaulan diatur dengan Islam. Segala hal yang mengantarkan pada perzinaan ditutup. Ada aturan berlapis, seperti aturan untuk menjaga ketaqwaan individu, khalwat/berduaan dan ikhtilat/campurbaur dilarang, aturan menundukkan pandangan, kewajiban menutup aurat, nikah dan mahar dipermudah, lapangan pekerjaan disediakan negara, penerapan ekonomi Islam, pengaturan media Islam, haram pornografi dan narkoba, sanksi rajam dan cambuk bagi pezina.

Jadi tidak ada ruang untuk perselingkuhan, menggoda lawan jenis, apalagi perzinaan. Semua itu diberlakukan berlandaskan wahyu dari Allah SWT:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (TQS Al-Israa’ : 32).

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda, artinya:
“Telah ditentukan atas anak Adam (manusia) bagian zinanya yang tidak dapat dihindarinya : zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah dengan meraba atau memegang (wanita yang bukan mahram, Pen.), zina kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah menginginkan dan berangan-angan, lalu semua itu dibenarkan (direalisasikan) atau didustakan (tidak direalisasikan) oleh kemaluannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi ketika wabah terjadi, walau interaksi dan komunikasi daring, aturan Islam tersebut tetap diberlakukan karena dorongan keimanan serta ketaatan pada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Begitulah Islam mengatur dengan sempurna.

Allah Ta’ala berfirman, artinya :
“…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu…” (TQS. Al-Hujurat : 13).

Wallahu’alam

Artikulli paraprakTernak Istana
Artikulli tjetërSelaksa Kerinduan
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini