Menulis Asyik dengan PUEBI part 3

0
90

Oleh: Afiyah Rasyad

Literasi memang tidak bisa lepas dari PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Sekalipun tulisan itu karya-karya sastra. Maka sangat penting bagi penulis untuk memahami kegunaan PUEBI dalam menuangkan idenya.

Di bagian 1 dan 2 sudah membahas tentang Penggunaan Huruf, maka di bagian 3 ini sudah memasuki bagian kedua dari empat pembahasan PUEBI, yakni tentang Penulisan Kata.

Penulisan Kata

1. Kata Dasar
Kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Contoh:
Kantor pajak penuh sesak.
Saya pergi ke sekolah.
Buku itu sangat tebal.

2. Kata Berimbuhan
2.1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.
Contoh:
berjalan, berkelanjutan, mempermudah, gemetar, lukisan, kemauan, perbaikan, dll.

Catatan:
Imbuhan yang diserap dari unsur asing, seperti -isme, -man, -wan, atau -wi, ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.
Contoh:
sukuisme, informan, wartawan, surgawi, dll.

1.2. Bentuk terikat ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Contoh:
adibusana,antarkota, antibiotik, infrastruktur, proaktif,
inkonvensional, purnawirawan, kontraindikasi, saptakrida, kosponsor, semiprofesional, mancanegara, subbagian, multilateral, swadaya, biokimia, narapidana, dll.

Catatan:
(1) Bentuk terikat yang diikuti oleh kata yang berhuruf awal kapital atau singkatan yang berupa huruf kapital dirangkaikan dengan tanda hubung (-).
Contoj:
non-Indonesia, pan-Afrikanisme, pro-Barat, non-ASEAN, anti-PKI, dll.

(2) Bentuk maha yang diikuti kata turunan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital.
Contoh:
Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha
pengasih.
Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun.

(3) Bentuk maha yang diikuti kata dasar yang mengacu
kepada nama atau sifat Tuhan, kecuali kata esa, ditulis serangkai.
Misalnya:
Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita.
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.

3. Bentuk Ulang
Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
Contoh:
anak-anak, biri-biri, buku-buku, cumi-cumi, hati-hati, kupu-kupu, kuda-kuda, kura-kura, lauk-pauk, berjalan-jalan, mondar-mandir, mencari-cari, ramah-tamah, terus-menerus, sayur-mayur, porak-poranda, serba-serbi, tunggang-langgang

Catatan:
Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama.
Contoh:
surat kabar → surat-surat kabar
kapal barang → kapal-kapal barang
rak buku → rak-rak buku
kereta api cepat → kereta-kereta api cepat

4. Gabungan Kata
4.1. Unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah.
Contoh:
duta besar, model linear, kambing hitam, persegi panjang, orang tua, rumah sakit jiwa, simpang empat, meja tulis, mata acara, cendera mata ,dll.

4.2. Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
Contoh:
anak-istri pejabat anak istri-pejabat
ibu-bapak kami ibu bapak-kami
buku-sejarah baru buku sejarah-baru

4.3. Gabungan kata yang penulisannya terpisah tetap ditulis
terpisah jika mendapat awalan atau akhiran.
Contoh:
bertepuk tangan, menganak sungai, garis bawahi, sebar luaskan, dll.

4.4. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.
Contoh:
dilipatgandakan
menggarisbawahi
menyebarluaskan

4.5. Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.
Contoh:
acapkali, hulubalang, radioaktif
adakalanya, kacamata, saptamarga
apalagi, kasatmata, saputangan

5. Pemenggalan Kata
5.1. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut.
a. Jika di tengah kata terdapat huruf vokal yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.
Contoh:
bu-ah, ma-in, ni-at, sa-at

b. Huruf diftong ai, au, ei, dan oi tidak dipenggal.
Contoh:
pan-dai, au-la, sau-da-ra, sur-vei, boi-kot

c. Jika di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu.
Contoh:
ba-pak, la-wan, de-ngan, ke-nyang, mu-ta-khir, mu-sya-wa-rah

d. Jika di tengah kata dasar terdapat dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu.
Contoh:
Ap-ril, cap-lok, makh-luk, man-di, sang-gup, som-bong, swas-ta

e. Jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi, pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.
Contoh:
ul-tra, in-fra, ben-trok, in-stru-men

Catatan:
Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal.
Contoh:
bang-krut, bang-sa, ba-nyak, ikh-las, kong-res, makh-luk, masy-hur, sang-gup

5.2. Pemenggalan kata turunan sedapat-dapatnya dilakukan di
antara bentuk dasar dan unsur pembentuknya.
Misalnya:
ber-jalan mem-pertanggungjawabkan
mem-bantu memper-tanggungjawabkan
di-ambil mempertanggung-jawabkan
ter-bawa mempertanggungjawab-kan
per-buat me-rasakan
makan-an merasa-kan
letak-kan per-buatan
pergi-lah perbuat-an
apa-kah ke-kuatan
kekuat-an

Catatan:
(1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan dilakukan seperti pada
kata dasar.
Contoh:
me-nu-tup
me-ma-kai
me-nya-pu
me-nge-cat
pe-mi-kir

(2) Pemenggalan kata bersisipan dilakukan seperti pada kata dasar.
Contoh:
ge-lem-bung
ge-mu-ruh
ge-ri-gi
si-nam-bung
te-lun-juk

(3) Pemenggalan kata yang menyebabkan munculnya satu huruf di awal atau akhir baris tidak dilakukan.
Contoh:
Beberapa pendapat mengenai masalah itu
telah disampaikan ….
Walaupun cuma-cuma, mereka tidak mau
mengambil makanan itu.

5.3. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. Setiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar.
Contoh:
biografi bio-grafi bi-o-gra-fi
biodata bio-data bi-o-da-ta
fotografi foto-grafi fo-to-gra-fi
fotokopi foto-kopi fo-to-ko-pi
introspeksi intro-speksi in-tro-spek-si

5.4. Nama orang yang terdiri atas dua unsur atau lebih pada akhir baris dipenggal di antara unsur-unsurnya.
Contoh:

Buku Layar Terkembang dikarang oleh Sutan Takdir
Alisjahbana.

5.5. Singkatan nama diri dan gelar yang terdiri atas dua huruf
atau lebih tidak dipenggal.
Contoh:
Ia bekerja di DLLAJR.
Pujangga terakhir Keraton Surakarta bergelar R.Ng. Rangga Warsita.

Catatan:
Penulisan berikut dihindari.
Ia bekerja di DLL-
AJR.
Pujangga terakhir Keraton Surakarta bergelar R.
Ng. Rangga Warsita.

Sampai disini dulu ya. Nantikan menulis asik dengan PUEBI di bagian 4.

Artikulli paraprakMenyelesaikan Wabah Dengan Serius
Artikulli tjetërDeru Motor Ayah
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini