Miras Menghancurkan Generasi Bangsa

0
43

Oleh: Ummu Abed

Linimasanews.com-Islam mengatur segala jenis aspek kehidupan manusia, tak terkecuali makanan dan minuman. Dalam Islam, ada beberapa makanan dan minuman yang diharamkan.

Makanan yang diharamkan di antaranya adalah daging babi, darah, bangkai hewan, binatang melata dan sebagainya. Sedangkan jenis minuman yang diharamkan adalah minuman keras atau yang dikenal dengan minuman beralkohol.

Namun ,negara yang berpenduduk mayoritas Muslim justru membuka izin investasi miras (minuman keras). Sebelum Peraturan Presiden yang memuat tentang terbukanya izin investasi miras dicabut lampirannya oleh Presiden Joko Widodo, Mantan Wasekjen MUI Ustad Tengku Zulkarnain atau Tengku Zul memberi tanggapan. Kali ini, Tengku Zul mengingatkan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam melalui akun Twitter @ustadtengkuzul. Ia meminta agar Maruf Amin sebagai wapres dan kiyai ikut bersuara terkait kabar tersebut.

“Pak Maruf Amin yth. Presiden telah buka izin investasi miras dan jual miras sampai kaki lima dengan syarat tertentu. Sebagai wapres dan kiyai, bapak bersuaralah,” cuit Tengku Zul (Suara.com, 26/02/2021).

Miris sekali. Satu per satu tindakan yang diharamkan Islam dilegalkan. Tidak cukup pelarangan jilbab dan kerudung di sekolah, LGBT difasilitasi, pernikahan dini dan poligami dihujat, pornografi dan pornoaksi dibiarkan, diskotek dilindungi, selanjutnya miras dihalalkan. Sedikit demi sedikit hukum Islam dicampakkan jika tidak mengandung manfaat. Namun, jika mengandung manfaat dimotivasi, seperti dana haji, infak dan zakat.

Semua itu terjadi di negeri-negeri yang telah mencampakkan hukum Allah sebagai akibat dari diterapkan aturan kapitalis sekuler.

Islam melarang dengan keras segala jenis minuman beralkohol untuk dikonsumsi umat Muslim. Barang haram ini jelas membawa mudharat atau keburukan.

Adapun perkara mengenai minuman keras ini disebutkan dalam Al-Qur’an,
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya’.” (Al-Baqarah: 219)

Di antara mudharat yang terjadi akibat minuman keras di antaranya dapat menyebabkan kecanduan. Jika tidak meminumnya, dalam sehari seseorang yang biasa mengkonsumsinya akan merasa gelisah dan tidak tenang sehingga sulit mengatasi rasa kecanduan tersebut. Akibatnya, ia akan terus meminum alkohol.

Alkohol merusak kesehatan tidak hanya dalam jangka pendek saja, melainkan dalam jangka waktu yang panjang. Organ hati yang berfungsi menetralkan racun dapat mengalami kerusaan jika seseorang terus-menerus mengonsumsi alkohol. Tidak sedikit orang yang meninggal karena kasus minuman keras. Islam mengibaratkan minuman keras sebagai air kencing setan. Tentunya ini sama dengan kotoran.

Selain itu, miras menyebabkan turunnya produktivitas seseorang dalam segi ekonomi dan social. Seseorang yang biasa meminum minuman keras akan sulit berkonsentrasi pada apa yang dikerjakannya. Tentu saja ia akan berlaku hidup boros karena uang yang ia miliki akan digunakan untuk membeli minuman keras yang relatif mahal harganya.

Pengguna miras juga akan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.Banyak yang melakukan perbuatan kriminal dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri. Orang-orang yang mabuk terutama yang berkelompok sering membuat keributan dalam masyarakat, seperti memicu perkelahian dan tawuran antarwarga. Perilaku ini sebenarnya dapat dihindari jika seseorang menjauhi minuman keras. Lebih parahnya lagi jika perilaku mabuk dapat menjerumuskan seseorang pada perbuatan zina.

Dari beberapa mudharat di atas, pengguna miras pada akhirnya akan merusak generasi bangsa. Konsumsi alkohol yang dilakukan generasi muda atau para remaja dapat merusak moral dan pikirannya. Sehingga generasi muda yang sejarusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas suatu negeri justru menjadi generasi bangsa yang rusak.

Sayangnya, negara yang seharusnya menyediakan lingkungan yang baik, mendorong para generasi muda untuk berkarya dan melejitkan potensi, justru melahirkan generasi yang ambruk dan rapuh. Semuanya adalah buah dari penerapan sistem kapitalisme sekuler yang hanya mementingkan manfaat semata tanpa mempedulikan dampak negatif bagi generasi bangsa.

Negara yang menganut kapitalisme hanya mementingkan keuntungan pundi-pundi materi, tak peduli walaupun generasi bangsa menjadi korban. Itulah bukti gagalnya penerapan sistem kapitalisme sekuler yang telah diterapkan di negeri ini.

Oleh karena itu, sistem kapitalisme sekuler yang telah terbukti gagal menjaga kualitas anak bangsa ini mesti dicampakkan. Sistem Islam kaffah yang akan menjaga generasi bangsa dengan baik, terhormat dan berkualitas mesti segera ditegakkan. Sehingga, akan menjaga kedaulatan negara dan masa depan generasi. Waalahu’alam.

Artikulli paraprakPolemik Penanaman Modal Miras
Artikulli tjetërPemahaman Remaja tentang Cinta dalam Sistem Sekuler
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini