Muslim Rohingnya Tersandera Sekat Nasionalisme

0
108

Suara Pembaca

Ada 1.084 pengungsi Rohingnya Myanmar mendarat di berbagai pesisir Aceh dalam sepekan terakhir. Masyarakat Rohingnya mengalami upaya pengusiran dari wilayah Arakan, di mana sudah terjadi pembantaian pada tahun 1942 oleh pasukan pro Inggris. Setidaknya 100 ribu muslim rohingnya tewas dan ribuan desa hancur dalam tragedi berdarah tersebut, sejak saat itu muslim rohingnya hidup dalam ketakutan.

Muslim Ronghinya yang berasal dari Myanmar ini, terpaksa mencari suaka ke negara-negara Asia Tengara lainnya,karena etnis Rohingnya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar. Mereka kerap dianiaya, dikucilkan, dan diusir ke kamp-kamp pengungsian setelah penumpasan militer di tahun 2017 silam. Kondisi kaum muslim Rohingnya sangat memprihatinkan, mereka terkatung-katung di lautan karena ingin menyelamatkan diri dari kekejaman rezim Myanmar tetapi negara-negara tentanga justru menolak kedatangan mereka.

Pertolongan ini sulit, dikarenakan kaum Muslim tersandra oleh sekat-sekat nasionalisme Barat. Nasionalisme bermakna sikap pandang individu bahwa kesetiaan, kemuliaan, dan pengabdian tertinggi diberikan kepada negara. Akibat paham nasionalisme menimbulkan sikap ashobiyah yang menghalangi ukhuwah Islamiyah antar kaum muslimin. Akhirnya, membuat muslim Rohingnya bingung tidak bisa diterima oleh negara tetangga padahal mereka seakidah.

Beda jika hukum Islam diterapkan di muka bumi ini, kondisi pengungsi Rohingnya akan mendapatkan jaminan keamanan dalam perhatian, termasuk kewarganegaraan. Khilafah merupakan pelindung bagi setiap muslim dari mana pun, apalagi bagi kaum muslimim yang mendapatkan kezaliman.Ketika hukum Islam diterapkan, kaum muslim tidak akan tersekat-sekat dengan batas-batas nasionalisme.

Akibat hukum nasionalisme ini diterapkan, orang bisa berdalih dengan tidak menerima muslim Rohingnya. Dengan alasan, bukan bagian dari warga negaranya. Padahal, jelas-jelas muslim Rohingnya butuh perlindungan. Mereka berusaha melarikan diri akibat kezaliman penguasa Myanmar.

Hanya dengan sistem Islam dalam satu komando kepemimpinan Khilafah, setiap muslim yang terzalimi akan terlindungi dan tidak akan dibuat kesulitan jika ada yang menzoliminya. Negara tetangga wajib merangkul saudaranya yang kesusahan. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan,

“Sesunguhnya al-imam (khalifah) itu perisai di mana orang-orang akan berperang di belakangnya (pelindung) dan berlindung (dari musuh) dengan kekuasaanya ” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Abu Daud). Mereka merupakan satu kesatuan di bawah akidah Islam dan negara Islam.

Ummu hana, Bogor

Artikulli paraprakSalat lima Waktu, Sudah Salehkah?
Artikulli tjetërMenghapus Kekerasan terhadap Perempuan dengan Kampanye ala Barat, Mungkinkah?
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini