Nak Ingatlah, Syurga ‘Masih’ di Bawah Telapak Kaki Ibumu!

0
59

Oleh: Raihana Muthiah (Ibu dari dua orang anak)

Mentari mulai bersinar, burung-burung berkicauan bertasbih pada sang Pencipta alam semestas. Pagi itu, masih dalam suasana pendemi. Nikmat yang Allah SWT masih berikan saat musibah datang, menjadi momen berharga tak tergantikan.
Seperti biasa, pagi itu Ayah berkerja WFH ( Work From Home). Berkisahlah seorang Ayah kepada Anaknya.

“ Nak, ingatlah, syurga ‘masih’ di bawah telapak kaki ibumu!.”

Lantas si Anak keheranan. “Apa maksud syurga ‘masih’ di bawah telapak kaki Ibu, Ayah? Bukankah memang sejak dulu, kita diminta Allah untuk berbakti pada kedua orang tua, terutama pada Ibu?.”

“Betul, Nak. Memang begitu adanya. Tetapi hari ini, banyak sekali anak yang telah dewasa memperlakukan ibunya dengan tidak baik. Kemarin Ayah baca berita, di Demak ada seorang anak yang memenjarakan Ibunya. Ada juga di NTB anak yang ingin memenjarakan Ibunya,“ Ayah menerangkan realita yang ada.

“Kenapa begitu, Ayah? Bukankah ibu telah mengandung 9 bulan, telah merawat anak-anak seperti Hiro sejak bayi sampai sekarang? Jasa ibu sangat besar, mungkin orang itu lupa ya, Ayah?” tanya si anak dengan polosnya.

“Mungkin saja dia lupa. Hari ini kita hidup dalam sistem sekuler, banyak muslim yang jauh dari agamanya, bahkan melupakannya. Tapi kakak Hiro tidak boleh lupa ya. Karena banyak sekali ayat Alqur’an dan Hadist yang menerangkan kewajiban kita berbakti pada kedua orang tua, terutama ibu. Karena 3 derajat lebih tinggi dari Ayah. Sebagaimana diterangkan di QS. Luqman: 13-14, bahwa ibu yang telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bukti kita bersyukur pada Allah adalah dengan berbakti kepada ibu bapakmu. Ingatlah pesan Rasulullah. ‘Berbaktilah kepadanya, karena surga itu di bawah kakinya (fainnal jannata tahta rijliha).’ Jangan pernah baktimu dikalahkan oleh harta, bahkan istrimu kelak, sebagaimana kisah Al-qomah yang durhaka pada ibunya.”
“Baik, Ayah.” ujar Hiro kecil.

Artikulli paraprakMusibah Bertubi-tubi, Saatnya Kembali
Artikulli tjetërAnak Penjarakan Ibu, Sihir Kapitalisme Penuh Tipu-tipu
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini