Narkoba dan Sistem

0
81

Oleh: Titin Kartini

“Rasulullah saw. melarang dari segala yang memabukkan dan mufathir (yang membuat lemah).”( Hadist dengan sanad sahih dari Ummu Salamah).

Rasululllah Saw. jelas melarang segala sesuatu yang memabukkan dan melemahkan. Bagaimana dengan narkoba? Banyak fakta yang membuktikan narkoba sebagai sesuatu yang membuat mabuk dan melemahkan, dalam arti menghilangkan akal. Sehingga, yang memakai barang tersebut menjadi kehilangan akalnya hingga tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Namun, pada kenyataannya narkoba masih menjadi bisnis yang menggiurkan. Terbukti, di Kota Bogor yang berjuluk “Kota Beriman”, pada satu bulan terakhir saja ada 16 kasus penyalahan narkoba berhasil dibongkar aparat kepolisian Kota Bogor.

Penyebaran narkoba bahkan sudah merambah ke semua kecamatan di Kota Hujan ini. Sebanyak 21 pelaku berhasil diringkus dari 16 kasus narkoba tersebut. Narkoba yang beredar masih didominasi sabu-sabu.

Melansir dari Radarbogor.id (31/03/2021), para pelaku yang ditangkap rata-rata bekerja sebagai karyawan, wiraswasta, dan buruh. Sementara itu, Polres Bogor mamajang sejumlah tersangka di depan mal di pinggir jalan Merdeka Kota Bogor yang kerap dijadikan lokasi transaksi. Januari-Maret 2021 Satuan Narkoba Kepolisian Bogor telah berhasil mengamankan 60 tersangka dari 42 kasus, dan pada bulan ini 21 tersangka dari 16 kasus.

Dari 21 tersangka selama bulan Maret 2021, Polisi mengamankan 84 paket sabu seberat 230 gram, 11 bungkus ganja seberat 280 gram dan 84 paket tembakau sintetis jenis gorila seberat 1,6 kilogram.

Kasat Narkoba Kompol Agus Susanto mengatakan, 21 tersangka yang diamankan merupakan pengedar dan “kuda” atau sebutan pengguna narkoba bagi kurir yang membawa narkoba dari bandar dan meletakkannya di suatu tempat.

Negeri ini bagaikan surga bagi para bandar narkoba. Persoalan narkoba telah menjerat banyak kalangan, dari pejabat, artis, pelajar bahkan aparat tak lepas dari jeratan barang haram ini.

Narkoba menjadi ancaman yang menakutkan untuk negeri ini. Setiap hari ada saja berita tentang narkoba, seakan tak pernah tuntas untuk diselesaikan. Para pelaku yang ditangkap hanyalah pemain kecilnya saja. Mereka pengedar dan pemakai. Sedangkan bandar kelas kakap masih bebas berkeliaran mencari mangsa-mangsa baru.

Dalam sistem yang dianut negeri ini, yaitu demokrasi kapitalis sekuler liberal, apa pun akan dilakukan asalkan menghasilkan keuntungan. Manusia tak mempedulikan apakah barang itu haram atau halal, merusak atau tidak bagi masyarakat. Yang mereka inginkan hanyalah keuntungan yang besar. Apa pun caranya. Inilah ciri khas prinsip ekonomi kapitalis sekuler liberal, menghalalkan segala cara demi materi.

Narkoba menjadi salah satu fenomena yang mengancam generasi bangsa. Di sinilah, masyarakat membutuhkan sistem yang mampu memberantas dari akar hingga daunnya, membebaskan masyarakat dan generasi bangsa dari jerat narkoba.

Masyarakat butuh hukum yang tegas bagi pemakai dan pengedar agar jera dan berfikir ribuan kali untuk memakai atau pun menjadi pengedar narkoba.

Namun, semua itu tak akan didapatkan pada sistem kapitalis nan sekuler. Sebab, dalam sistem ini semua dilakukan bukan pada standar halal dan haram, melainkan keuntungan. Sementara, aturan agama (terutama Islam) tak boleh mencampuri urusan kehidupan.

Dalam Islam, hukuman bagi pelanggar yang membahayakan akal dan jiwa manusia, ada sanksi (uqubat). Bagi mereka yang menggunakan narkoba adalah ta’zir, yaitu sanksi yang jenis dan kadarnya ditentukan qadhi. Misalknya dipenjara, dicambuk, dan sebagainya. Sanksi ta’zir dapat berbeda-beda sesuai tingkat kesalahannya. (Saud Al Utaibi, Al Mausu’ah Al Jina’iyah Al Islamiyah 1/708-709; Abdurrahman Maliki, Nizhamul Uqubat, 1990, hlm. 81 & 98).

Hukum dalam Islam bisa ditegakkan jika ada institusi negara yang menerapakan, hukum Islam tentu satu paket dengan sistemnya, karena Islam adalah sebuah ideologi yang mengatur semua urusan manusia bukan hanya perkara ibadah semata.

Persoalan narkoba hanya bisa terselesaikan dengan diterapakannya sistem dan hukum Allah Swt secara kaffah yang tercantum dalam al-Quran dan As Sunnah dalam bingkai suatu negara yaitu Daulah Khilafah. Kita bebaskan negeri ini dari jerat narkoba dengan mencampakkan dan membuang sistem demokrasi kapitalis sekuler liberal buatan manusia yang tak sesuai dengan fitrah manusia, mari tegakkan hukum dan sistem Allah Swt. seperti yang sudah dicontohkan suri teladan kita Rasulullah Saw. dan para sahabat agar hidup kita selamat di dunia maupun akhirat kelak.

Wallahu a’lam.

Artikulli paraprakHilangnya Sang Penerus Peradaban
Artikulli tjetërTapak Tilas Pengusiran Kaum Kafir terhadap Orang Beriman
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini