Ngaji dan Dakwah, Peluang Meraih Surga

0
74

Oleh. Yuliani Zamiyrun, S.E.

Ipteng—Kata “Ngaji” bagi sebagian orang sudah tak asing lagi. Ngaji berasal dari kata kaji atau mengkaji yang berarti sebuah aktivitas mempelajari atau menggali ilmu.

Islam bukan hanya sekadar agama ritual belaka, yang aktivitasnya hanya melulu perkara ibadah saja. Melainkan Islam adalah sebuah agama yang di dalamnya terdapat ilmu yang sangat luas mencakup segala hal yang menyeluruh. Yang bisa mengantarkan pelakunya benar dalam melakukan ibadah.

Di kalangan kaum Muslim sendiri, aktivitas ngaji ini terbilang sangat ramai diminati oleh para kaum emak, mahasiswa, maupun remaja. Bagaimana tidak, antusias ini dikarenakan adanya kesadaran akan hubungan dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Di mana untuk bisa mengibadahi Allah dengan benar, maka perlu adanya ilmu.

Terkadang kita pun menyaksikan ada sebagian manusia yang beribadah namun salah dari segi niat dan caranya. Hal ini jika dilakukan terus tanpa ilmu, maka akan membuat amalan manusia tersebut menjadi amalan yang tertolak bahkan sia-sia.

Islam hadir untuk mencerahkan umat manusia dalam hal beribadah kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Memang secara fitrahnya manusia itu diberikan potensi berupa gharizah taddayun (naluri mensucikan sesuatu). Namun, berkaitan dengan naluri ini manusia tidak dibiarkan begitu saja dalam menyalurkannya.

Nah, di sinilah pentingnya agar seseorang bisa mensucikan sesuatu atau dia paham bahwa sesuatu itu layak untuk di ibadahi, berarti dia harus memiliki ilmu tentangnya. Maka, ngaji atau mempelajari ilmu Islam ini menjadi hal yang sangat penting bahkan wajib hukumnya untuk diamalkan. Dalilnya jelas, Rasulullah Saw. bersabda:

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Juga dalam hadis yang lain, Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Dengan menuntut ilmu Islam atau mengkaji Islam akan memudahkan kita dalam melakukan amalan yang diperintahkan oleh Allah. Amalan apa saja, mulai dari yang kecil sampai amalan yang besar.
Selain itu, setelah seseorang sudah memiliki ilmu dan sudah memahami ilmu Islam, maka selanjutnya adalah ia harus mendakwahkan ilmu Islam yang dia miliki ke orang sekitarnya. Sebab, ketika ilmu yang dimiliki tidak disebarkan, maka ilmunya akan menguap begitu saja alias tidak berbekas dan tidak berjejak.

Bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai 4 hal: (1) umurnya, untuk apakah ia habiskan, (2) jasadnya, untuk apakah ia gunakan, (3) ilmunya, apakah telah ia amalkan, (4) hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan.” (HR Ibnu Hibban dan At-Tirmidzi)

Untuk itu, sebagai seorang Muslim, menunaikan ajakan saudaranya yang lain untuk ngaji atau belajar Islam, sepatutnya tidak ia tolak. Sebab, bagi seorang Muslim yang lain, ada kewajiban untuk saling mengingatkan dan menyampaikan kebaikan kepada sesama saudara muslim lainnya. Sebagaimana Allah SWT. berfirman:

“… Saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS Al-Asr: 3)

Dalam ayat yang lain Allah SWT. berfirman:

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran: 104)

Maka, tak ada kata dan pilihan lain selain menyambut seruan itu dengan keyakinan bahwa ngaji dan dakwah itu adalah suatu kebaikan yang bisa mengantarkan pelakunya menuju surga Allah SWT. Insyaallah, jika semuanya dilakukan dengan niat yang lillah dan sungguh-sungguh mengharapkan rida dari Allah SWT semata. Wallahu a’lam bishowab.

Artikulli paraprakPotensi Hakiki Santri untuk Bangsa dan Negara
Artikulli tjetërIlusi Kebahagiaan
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini