Paham Syariat, Harusnya Bangga pada Agamanya

0
370

Linimasanews.com, Tajuk Berita- Kembali publik dihebohkan dengan oleh salah satu postingan twitter. Kali ini akun Deutsche Welle Indonesia yang meng-upload tentang anak-anak ‘dipaksa berhijab’ sejak kecil. Postingan tersebut mendapat ragam kritik.

Dilansir dari media Swarakyat.com, Feminis muslim, Nong Darol Mahmada dihujat habis-habisan, lantaran mengungkap dampak buruk anak memakai jilbab dalam video DW Indonesia, yang viral beberapa hari terakhir.

Dalam video itu, Darol Mahmada mengatakan, wajar-wajar saja seorang ibu atau guru mengharuskan anak memakai hijab sejak kecil. “Tetapi, kekhawatiran saya sebenarnya lebih kepada membawa pola pikir si anak itu menjadi eksklusif karena dari sejak kecil dia ditanamkan untuk, misalnya “berbeda” dengan yang lain,” kata Darol Mahmada dalam video yang dibagikan DW Indonesia melalui akun Twitternya, @dw_indonesia.

Gara-gara pandangannya itu, semua akun medsos Darol dipenuhi komentar negatif. Menanggapi hal itu, suami Darol Mahmada, Mohamad Guntur Romli angkat bicara. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu membela sang istri. Guntur Romli menyebut istrinya memiliki kapasitas untuk berbicara soal jilbab. Sebab, dia sangat mengerti tentang hijab.

Menurut Romli, Nong Darol Mahmada juga alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jurusan Tafsir Hadis. Skripsinya tentang jilbab. Jadi, pendapatnya soal jilbab punya otoritas, baik dari keilmuan hingga pengalaman, apalagi dia seorang perempuan,” kata Guntur Romli, dikutip pojoksatu.id dari blog pribadinya, gunromli.com, Senin (28/9).

Namun, banyak netizen heran. Meskipun Guntur Romli menyebut berbagai prestasi, serta dari keturunan kyai, tetapi hal itu dianggap bertolak belakang. Sontak, pernyataan Guntur pun mendapat komentar nitizen.

Menurut akun @putra_Jamparing, “Kok, turunan kyai ngono sih ??? Bukan kasih contoh bagus sama masyarakat yang lain ?? Apa cuma ngaku2 tah??”
Akun @NennyRosilawati menuliskan, “Kasian bapak dan bapak mertuanya, tercemar oleh kelakuan anak dan menantunya.”

Hal senada juga ditulis @MjAgungNugroho1, “Kalau sesat… ya sesat… salah jalan, jangan kan kamu anak kyai… Anak nabi kalau sesat ya sesat… Bertobatlah sebelum waktu mu tiba… Atau Allah akan menimpakan azab kalau tidak pada dirimu atau pada anak keturunanmu… Belalah agama Allah jangan kau nistakan… Itu nasehatku.”

Ya, peristiwa seperti ini bukan kali ini saja terjadi di negeri mayoritas muslim ini. Pelecehan terhadap ajaran agama, nabi, Al-Quran, ulama seakan menjadi hal biasa. Sungguh miris. Harusnya ajaran agama menjadi landasan hidup, dipahami dan diterapkan. Ironisnya, malah menjadi olok-olokan dan ditentang oleh mereka yang mengatakan dirinya muslim.

Aturan kebebasan berperilaku yang diatur dalam undang-undang, menjadikan siapa pun yang berbuat, menista agama sekalipun, tidak dapat diproses hukum. Terlebih, jika mereka termasuk yang berpihak pada tuan puan pembuat aturan.

Lebih disayangkan, mereka yang melecehkan ajaran agamanya itu menyebut dirinya ahli syariah dan lebih tahu tentang agama. Logikanya, jika itu benar, tentu orang yang lebih memahami agamanya akan lebih cinta dan bangga terhadap agamanya. Bukannya malah mengobok-obok ajaran agamanya dan menimbulkan polemik di tengah publik.

Menanggapi celotehan kaum feminis tentang mengajarkan anak berhijab sejak dini adalah bentuk pemaksaan, ini sangat tidak mendasar. Sebab, salah satu kewajiban orang tua di dalam Islam, adalah memberikan pengajaran, pengasuhan serta pendidikan tentang syariah Islam kepada anak. Sejak dini anak-anak sudah diajarkan dan dibiasakan taat syariah. Itu bentuk tanggung jawab orang tua kepada anaknya.

Seperti halnya sholat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar orang tua mengajari anak sejak usia 7 tahun. Lalu memukulnya jika tidak mau melaksanakan sholat setelah usia 10 tahun.

Demikian juga dengan hijab. Kewajiban berhijab bagi seorang wanita sama dengan wajibnya sholat, puasa dan zakat. Maka mendidik anak untuk berhijab sejak dini juga menjadi sebuah kewajiban bagi orangtua. Sebab, salah satu bentuk kedurhakaan orang tua kepada anaknya adalah tidak mendidik mereka dengan cara Islami sehingga anak-anak itu nanti akan tumbuh dan berkembang jauh dari Islam dan ketaatan kepada Allah SWT.

Selain merupakan kewajiban, hijab juga mengangkat kemuliaan seorang muslimah. Rasulullah dalam sebuah haditsnya menyampaikan, “Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita yang shaleha.”
Setiap wanita shaleha tentu adalah wanita yang menutup auratnya dengan syar’i. Sedangkan orangtua tentu menginginkan anaknya menjadi muslimah yang mulia, serta terjaga. Maka, berhijab adalah salah satu jalan untuk mewujudkannya.

Beratnya perjuangan orangtua dalam mendidik anak hingga sukses dunia akhirat adalah sebuah perjuangan yang akan dilimpahi ridho dari Allah subhanahu wa ta’alla. Semoga kita senantiasa sabar dan bijak dalam mendidik anak sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Harusnya juga, masalah seperti pelecehan terhadap Islam dan ajarannya ini cukup sampai di sini. Jangan sampai terulang kembali. Maka, diperlukan adanya aturan tegas dan sanksi yang berat bagi siapa saja yang berbuat menista agama. Inilah bentuk tanggungjawab negara untuk menjaga dan melindungi Islam dari berbagai fitnah dan serangan negatif oleh mereka yang tidak suka dan tidak ridha terhadap kebangkitan Islam, [Linimasanews|NS].

Artikulli paraprakMenjadi Penghafal Al-Qu’ran untuk Mendapat Kemuliaan
Artikulli tjetërKorean Wave dan Nasib Moral Anak Bangsa
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini