Polemik Penanaman Modal Miras

0
53

Oleh: Ratna Aprilia Rahayu, S.Pd. (Guru MI, Aktivis Dakwah, Member Komusta)

Linimasanews.com-Perpres Nomor 10 Tahun 2021 mengatur keterbukaan penanaman modal baik dalam negeri maupun asing dari perorangan/badan usaha, diterbitkan Sabtu 27 Februari 2021. Penanaman modal ini termasuk di dalamnya minuman keras yang dibolehkan Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

Perpres ini menimbulkan polemik publik. Sangat disayangkan. Apalagi hal ini diperuntukkan untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Padahal, alih-alih untuk ekonomi meningkat karena penanaman modal malah akan membuat permasalahan lain terutama meningkatnya kasus pada bidang kriminalitas. Akibatnya, negeri ini di ambang kehancuran.

Merespons derasnya penolakan publik terhadap perpres ini, pada Selasa 2 Maret 2021, Presiden Jokowi menyatakan mencabut lampiran pada perpres tersebut. Publik sedikit lega.

Namun demikian, patut direnungkan bahwa minuman keras di Indonesia ini sudah beredar dari dulu. Meski pemerintah berupaya meminimalkan jumlah dan pemakaiannya. Salah satunya melalui penerbitan peraturan daerah (perda). Pemerintah daerah menindak tegas penyalahgunaan minuman keras tersebut.

Dalam Islam sangat jelas hukum keharaman minuman keras (khamr). Allah berfirman dalam Q.S. Al-Maidah: 90-91
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.”

اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ

“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?”

Ketegasan Allah melarang miras mestinya ditaati dengan memberantas miras. Maka penanaman modal minuman keras itu haram. Hal ini dikarenakan keharaman minuman keras dalam Islam. Selain itu, dampak negatif dari miras sangat berbahaya bagi generasi. Wallahua’lam.

Artikulli paraprakPanduan Islam dalam Berumah Tangga
Artikulli tjetërMiras Menghancurkan Generasi Bangsa
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini