Potret Buram Jerat Hukum dalam Bingkai Sistem Kusam

0
140

Oleh: Ummu Sholahuddin
( Penulis & Pemerhati Remaja )

“Narkoba adalah zat yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati, dan perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intra.” (Kurniawan)

Dilihat dari fakta, penggunaan narkoba tersebut berimbas pada lemahnya keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah dan semakin terpuruknya agama yang mestinya sebagai pedoman kehidupan. Pasalnya, narkoba telah mengambil alih posisi Tuhan sebagai tempat bergantung segala problematika kehidupan.

Dari Ummu Salamah r.a. ia berkata, “Rasulullah Saw melarang dari segala hal yang memabukkan dan mufatir (yang membuat lemah)”. (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Hal ini terlihat dari kasus narkoba yang menyeret pasangan NR dan AB seorang artis dan pengusaha kaya yang tengah menyita perhatian publik. Lantas, bagaimana ketegasan aparat hukum terhadap pasangan tersebut?

Dilansir dari Merdeka.com, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi menegaskan, penyidik tetap akan memproses hukum terhadap atas kasus penyalahgunaan narkotika tersebut. Meskipun, dalam undang-undang pengguna narkotika diwajibkan menjalani rehabilitasi.

“Dalam Pasal 127 sebagaimana yang hasil penyelidikan kami tentang pengguna narkoba diwajibkan untuk rehabilitasi, itu adalah kewajiban undang-undang. Kemudian dengan rehabilitasi bukan perkara tidak lanjutkan, perkara tetap kami lanjutkan, kami bawa ke sidang nanti akan divonis hakim di mana ancaman maksimal adalah 4 tahun, dan kemudian untuk rehabilitasi bukan dilaksanakan oleh penyidik,” katanya di Mapolres Jakarta Pusat, Sabtu (1/7).

Potret buram hukum dalam bingkai sistem kusam demokrasi telah membuat publik kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum dalam memberi keadilan. Hal ini terlihat dari berbagai kasus yang memicu kemarahan dan melukai perasaan publik.

Negeri yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, namun berkhianat terhadap hukum dan undang-undang yang telah diraciknya sendiri.

Para ulama yang tegas menyampaikan kebenaran bagai dijadikan ajang santapan hukum dan dijerat dengan hukuman penjara. Sedangkan para koruptor, penjahat, penjamah harta dan kekayaan negeri dibebaskan, minim jeratan tindak hukum. Hingga publik pun ragu atas tindak tegas kasus dari NR dan AB tersebut.

Acap kali, kasus di negeri ini tidak mampu diselesaikan dengan baik. Hal ini karena terlalu banyak kasus yang menunjukan bahwa hukum di negeri yang berlabel keadilan ini seakan tumpul ke atas tajam ke bawah.

Dengan itulah, publik seharusnya menyadari hukum dalam sistem kusam (demokrasi) tidak mampu memberi ketenangan jiwa. Maka, tidak ada sistem yang paripurna serta sempurna kecuali hanya sistem Islam, sistem yang mulia, yaitu Khilafah Islamiyah yang terbukti kecemerlangannya dalam mengatasi berbagi kasus tanpa adanya tebang pilih.

Islam terbukti konsisten dalam menegakan hukum. Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Al-Maidah: 8)

Maka dari itu, siapa saja yang di dalam hatinya terpaku keimanan, maka akan selalu menegakan kebenaran dan berlaku adil. Terlebih lagi jika ia sebagai seorang penegak keadilan. Wallahua’lam.

Artikulli paraprakMenakar Hukum Bagi Pengguna Narkoba
Artikulli tjetërSepekan PPKM Perlu Evaluasi Serius
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini