Ramadhan, Rindu di Atas Kerinduan

0
75

Oleh: Dini Azra
(Muslimah Perindu Peradaban Islam)

Bergembira menyambut kedatangan bulan Ramadhan merupakan tanda keimanan dalam diri seorang muslim. Layaknya kedatangan tamu agung yang amat dirindukan dan datangnya hanya sekali dalam setahun. Tentunya berbagai persiapan pun akan dilakukan agar kebahagiaan saat pertemuan bisa maksimal. Begitupun kegembiraan menyambut Ramadhan, tak hanya sekadar diucapkan atau disambut dengan tradisi-tradisi penyambutan. Namun, yang terpenting adalah kesiapan iman dalam meraih takwa agar tidak ada waktu terlewatkan di bulan istimewa ini selain untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR.Ahmad)

Hadits di atas adalah kabar gembira yang disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bagi umatnya, tentang keistimewaan bulan Ramadhan. Setiap muslim yang beriman, tak akan melewatkan kesempatan meraih pahala, rahmat, dan ampunan-Nya. Dimana setiap amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya. Serta dosa-dosa akan diampuni bagi mereka yang puasanya diterima. Bagaimana agar diterima? Tentu harus dilakukan dengan penuh keikhlasan karena Allah semata. Selain itu, sarat dan rukunnya terpenuhi sebagaimana diajarkan Nabi Shalallahu alaihi wasallam.

Namun sebagaimana diketahui bahwa saat ini, negeri ini masih berkubang dengan pandemi covid-19. Virus corona ini membuat aktivitas hidup tak lagi bebas. Bukan hanya itu, dampak yang ditimbulkannya juga menghantam sendi-sendi ekonomi bangsa. Masyarakat banyak yang kehilangan mata pencaharian karena sebagian perusahaan terpaksa gulung tikar. Usaha-usaha kecil juga terimbas kerugian karena penghasilan menurun. Belum lagi di bidang pendidikan, dimana anak-anak sekolah tak dapat memperoleh pendidikan selayaknya.

Di samping itu, bencana dan musibah masih terus melanda negeri ini. Tanah longsor, gunung meletus, banjir bandang, dan gempa datang silih berganti. Semakin menambah rentetan penderitaan masyarakat. Sayangnya, di tengah maraknya bencana, tidak membuat hati para pemimpin negeri tergugah untuk bermuhasabah. Kasus korupsi masih terjadi bahkan kian meninggi, ketidakadilan hukum sungguh nyata dipertontonkan. Ulama dikriminalisasi, ormas Islam dibubarkan, bahkan pembunuhan tanpa persidangan dilakukan aparat kepolisian.

Menjelang Ramadan umat Islam kembali mendapat ujian dengan munculnya aksi terorisme bom bunuh diri. Meski tak menjadi sasaran ledakan bom, namun lebih dari itu tuduhan radikal dan stigma bahwa pelaku teroris pasti orang Islam semakin tajam. Kejadian itu menjadikan Islamphobia semakin merebak, bahkan sebagian umat Islam sendiri menjadi alergi terhadap syariat agamanya. Sebab, pihak penguasa pun justru mengimbau agar ajaran Islam dimoderasi agar tidak berpotensi radikal. Mengarahkan opini untuk saling mencurigai, menuding kelompok ini dan itu, dan seperti biasa pasca pengeboman operasi perburuan kelompok teroris gencar dilakukan. Membuat kondisi bangsa seolah sedang tidak aman.

Belum lagi jika melihat nasib kaum muslim di belahan bumi yang lain, masih banyak muslim terbelenggu oleh tirani kekuasaan, penjajahan, dan perang. Seperti muslim Palestina, Syiria, Khasmir, Uighur, Rohingya, dan lainnya. Sungguh umat Islam saat ini masih berada dalam posisi kalah, dipandang rendah, nyawanya dianggap murah, dan selalu menjadi sasaran fitnah.

Keadaan ini memang tak boleh menyurutkan semangat dan kegembiraan menyambut Ramadan. Justru ini saatnya memperkokoh keimanan, memperbanyak amal ibadah, bermuhasabah dan terus berdakwah. Ramadhan, bulan dimana doa-doa dikabulkan. Bulan yang senantiasa kita rindukan, karenanya jangan sampai terlewat begitu saja. Jangan sampai menjadi sia-sia dan berlalu tanpa makna.

Di atas kerinduan akan berjumpa bulan Ramadhan, tersimpan kerinduan yang tak terperi dalam jiwa orang beriman. Yaitu kerinduan akan tegaknya dinul Islam secara kaffah (keseluruhan). Segala penderitaan yang dialami umat saat ini karena ketiadaan perisai bagi seluruh umat Islam akan berakhir. Kepemimpinan yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, sebagai pedoman dalam meriayah umat. Penjaga akidah dan maru’ah umat, sehingga tidak satu pun pengganggu dapat menjamah kaum muslim. Sebagaimana dahulu ketika Islam berjaya, menjadi pusat peradaban dunia. Tak ada yang memandang sebelah mata, keadilan merata, tak memandang suku bangsa, bahkan yang berbeda agama turut dijaga dan dijamin kehidupannya.

Setiap menjelang Ramadhan, sebagian umat berharap semoga Ramadhan tahun ini adalah ramadan terakhir tanpa Khilafah. Setelah seratus tahun berlalu tanpa kehadirannya, betapa merindunya umat untuk kembali hidup di bawah naungan syariah. Karenanya, mereka terus berjuang dengan cara berdakwah, membangun kesadaran umat akan kondisi zaman yang dialami saat ini.

Umat Islam memiliki rumah sejati bernama Khilafah yang dulu pernah mengayomi dan memberi perlindungan. Hingga rumah itu akhirnya diruntuhkan, membuat umat Islam terserak, terlepas dari ikatan ukhuwah dan terpecah-pecah. Sehingga sangat mudah dikuasai, dikendalikan oleh penguasa kafir yang tengah berjaya saat ini.

Sudah selayaknya bagi umat Islam menyongsong kembalinya peradaban Islam, di bawah naungan Khilafah ala minhajinnubuwah sebab itu adalah janji kemenangan dari Allah Subhanahu wa ta’ala, dan kabar gembira yang disampaikan oleh Nabi-Nya. Namun, karena sebagian besar umat sudah terlena dengan sistem yang ada, merasa bahwa umat Islam sedang baik-baik saja dengan pandangan sempitnya. Maka, umat haruslah memahami ilmu agama secara utuh, didasari akidah yang lurus dan kukuh. Bahwasanya Islam tidak hanya mengatur masalah ibadah rituak saja, tapi mengatur kehidupan secara menyeluruh.

Dibutuhkan perjuangan untuk menyongsong kemenangan, selain akidah, akhlak, dan ibadah. Dakwah harus semakin digencarkan ditengah propaganda dan fitnah yang ingin menjauhkan umat dari kebenaran agamanya. Jadikan momentum Ramadhan sebagai pemacu semangat dan keyakinan bahwa kemenangan itu sudah semakin dekat.

Wallahu a’lam bishawab

Artikulli paraprakRamadhan, Wujudkan Penerapan Islam Kaffah
Artikulli tjetërMenggapai Taqwa di Bulan Mulia
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini