Rasulullah Dihina, Kamoe Mau Apa?

0
71

Oleh: Choirin Fitri

Gaes, udah pada tahu Rasulullah kembali dihina belum? Atau, jangan-jangan gegara sibuk daring sambil nge-game, sampai-sampai enggak dengar kabar Rasulullah Muhammad SAW yang mulia dihina? Wah, ada yang salah, nih, dengan kekudetan kita.

Republika.co.id pada 22 Agustus 2021 mengabarkan bahwa Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad, mengatakan, ucapan YouTuber Muhamad Kece (MK) yang menyinggung Nabi Muhammad SAW menjurus pada penistaan agama. Menurutnya, tindakan MK telah memenuhi unsur 156a KUHP dengan ancam hukuman penjara minimal 5 tahun.

Nah, lho. Berita ini menunjukkan kegentingan. Betapa ngerinya lisan ini jika tak dijaga. Apalagi yang ngehina Rasulullah yang mulia ini seorang yang memakai nama beliau. Fix. Asli enggak punya malu, nih orang. Iya enggak?

Emang, sih, sejak Muhammad SAW menjadi seorang Rasul, hingga saat ini lisan-lisan orang kafir tak pernah berhenti menghina sosok beliau. Tapi, sebagai seorang muslim, tentu kita enggak boleh berpangku tangan. Apalagi diam seribu bahasa.

Kita harusnya menjadi pembela sejati akan kemuliaan sosok Nabi Muhammad SAW. Tak cukup hanya dengan gantian saling hina menghina. Tapi, kita mesti sadar bahwa ada yang salah dengan negeri +62 yang kita tinggali ini.

Cek deh! Kenapa penghinaan pada Islam terus berulang? Mulai dari kasus pesohor negeri, Ahok yang menghina surat Al-Maidah hingga membuatnya meringkuk di penjara, Bu Sukmawati yang ngebandingin Nabi Muhammad SAW dengan bapak proklamator, para komika yang bercandanya sampai ke penghinaan, de el el. Sampai yang terbaru ini, kasus seorang YouTober.

Penghinaan yang terus berulang ini menunjukkan bahwa negara gatot alias gagal total dalam menjaga kemuliaan agama Islam. Padahal, notabene negeri ini mayoritas penduduknya adalah muslim. Sayangnya, perlindungan terhadap agama masih rapot merah.

Lalu, sebagai generasi remaja, ada sebuah pertanyaan yang harus dijawab. “Rasulullah dihina, kamoe mau apa?”

Tak perlu ikutan menghina penghina Rasul kita, yes? Cukup dengan kita buktikan bahwa Rasulullah kita mulia. Tetap mulia meski ada yang menghina. Bahkan, sejatinya yang menghina itulah yang hina.

Selain itu, kita mesti menuntut negara untuk memberikan perlindungan terbaik bagi agama kita yang mulia. Caranya? Negara harus memberikan hukuman yang sangat berat dan membuat jera para pelaku penghinaan.

Para ulama sepakat (ijma’) bahwa orang yang menghina Nabi, layak mendapat hukuman mati. Yuk, simak keterangan Syaikhul Islam al-Harrani dalam kitabnya as-Sharim al-Maslul,

وقد حكى أبو بكر الفارسي من أصحاب الشافعي إجماع المسلمين على أن حد من سب النبي صلى الله عليه و سلم القتل كما أن حد من سب غيره الجلد

“Abu bakr al-Farisi, salah satu ulama syafiiyah menyatakan, kaum muslimin sepakat bahwa hukuman bagi orang yang menghina Nabi Saw adalah bunuh, sebagaimana hukuman bagi orang yang menghina mukmin lainnya berupa cambuk.”

Hmmm, berani enggak, nih, negara kita menerapkan hukuman ini bagi penghina Rasulullah SAW yang mulia? Rasa-rasanya, enggak bakalan berani. Coz, standar hukum negeri ini adalah sekularisme kapitalisme. Bukan Islam.

Hanya negara khilafah yang menjadikan Islam sebagai landasan kehidupan yang berani menerapkan hukuman mati bagi penghina Rasulullah. Sayangnya, negara Islam ini belum tegak. Itu artinya, butuh uluran tangan kita untuk menegakkannya. Kamoe siap?

Artikulli paraprakSekolah Perempuan ala Kapitalis, Solusi?
Artikulli tjetërSahabat Istimewa dalam Hijrah
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini