Role Model Ananda Tercinta

0
53

Oleh: Euis Hamidah

Role model adalah seseorang yang menjadi panutan dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Dimulai dari bangun tidur sampai tidur kembali. Pada era digital ini, semua orang dapat memilih dengan bebas siapa yang akan dijadikan panutan dalam beraktivitas sehari-hari. Dimulai dari anak-anak, bahkan sampai orang dewasa memiliki role model masing-masing. Mereka bebas memilih role model yang dikehendaki.

Biasanya para remaja lebih mengidolakan para aktris atau aktor, terutama mereka yang memiliki paras cantik ataupun tampan, tanpa memandang agama yang dianutnya. Tak jauh berbeda dengan anak-anak. Biasanya mereka lebih mengidolakan tokoh-tokoh kartun seperti Superman, Batman, Boboiboy, Spiderman, dan yang lainnya. Dimana semua itu merupakan tokoh fiktif dalam dongeng super hero.

Agama Islam yang sempurna tentu memberikan tuntunan yang sangat lengkap dan jelas terutama dalam hal role model umat Islam. Semua hal yang dilakukan oleh umat Islam haruslah disandarkan pada Allah Swt. dan mencontoh sunnah-sunnah Rasulullah saw. Supaya apa? Supaya setiap hal yang dilakukan mendapatkan keberkahan dan bernilai pahala.

Lantas, siapakah Role model dalam Islam?
Dalam Islam role model yang sesungguhnya adalah panutan kita, nabi penutup dari para nabi, yakni Nabi Muhammad saw. Sedari kecil, kebaikan akhlak beliau sudah harum menguar di tanah Arab, bahkan di kalangan orang Quraisy.

Ketika kecil, Nabi Muhammad saw. dipercaya untuk menggembala kambing milik orang Quraisy, bahkan orang-orang Quraisy sendiri memberikan gelar Al-Amin kepada beliau. Ketika berdagang pun, beliau menunjukan etika berdagang yang sangat baik, seperti jujur, tidak riba, ramah, dan tidak mengurangi timbangan. Bahkan Rasulullah saw. diberi julukan Al-Qur’an berjalan karena sangat santun dan mematuhi segala perintah dan larangan yang ada di dalam Al-Qur’an. Indah bukan?

Bagaimana role model saat ini? Siapakah yang dijadikan role model pada zaman sekarang? Apakah yang diidolakan mencerminkan akhlak Islam atau tidak?

Memilihkan role model atau teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari dalam Islam merupakan salah satu tanggung jawab kedua orang tua terhadap anaknya. Orang tua bertanggung jawab penuh untuk memilihkan lingkungan yang baik bagi anaknya, termasuk memilihkan suri teladan. Di akhirat kelak, kedua orang tua akan dimintai pertanggungjawaban atas pendidikan terhadap anaknya. Terdapat 5 poin yang harus dilakukan oleh orang tua dalam memilihkan role model bagi anaknya. Antara lain:

Pertama, menghindarkan anak dari perilaku ikut-ikutan (taqlid buta). Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah saw. bersabda:

“Bukan golongan kami orang yang menyerupai kaum yang lain, janganlah kalian menyerupai orang Yahudi dan Nasrani.”

Berbanding terbalik bukan dengan fenomena sekarang? Saat ini, anak-anak lebih mengidolakan orang-orang nonmuslim di luaran sana yang bertingkah laku jauh dari norma-norma ajaran Islam. Namun, kita juga diperbolehkan mencontoh mereka, yakni dalam hal mengambil ilmu bermanfaat yang mereka miliki. Dalam hadis di atas sudah jelas dikatakan, bahwa bukalah golongan kami orang yang menyerupai kaum yang lain. Namun, apakah orang tua mengingat itu? Pada kenyataannya, orang tua terkadang lupa akan tanggung jawabnya ini. Mereka menganggap bahwa hal tersebut adalah lumrah di kalangan remaja.

Kedua, mencegahnya agar tidak tenggelam dalam kesenangan. Maksud dari kesenangan ini adalah kesenangan dalam kehidupan duniawi dan bermewah-mewahan. Sehingga, dengan kesenangan ini dapat membuat anak tergelincir ke dalam kesesatan dan penyimpangan. Seperti penyimpangan tingkah laku dan masih banyak lagi.

Ketiga, melarangnya mendengarkan musik dan nyanyian porno. Dengan banyaknya musik dan nyanyian yang mengandung hal porno yang terselubung dan dapat diunduh secara bebas, secara tidak langsung dapat mengakibatkan rusaknya moralitas anak. Sehingga, hal itu dapat mendorong anak berbuat dosa dan kemungkaran, serta menggelincirkannya ke dalam pemujaan terhadap syahwat dan hawa nafsu.

Keempat, melarangnya bergaya dan berlagak seperti lawan jenisnya. Di era modern ini, sudah tak asing lagi bagi kita melihat laki-laki yang bergaya seperti wanita, begitupun sebaliknya. Oleh karena itu, wajib bagi orang tua melarang anak bergaya dan berlagak seperti lawan jenis, baik itu dalam hal tingkah laku, pakaian ataupun perbuatan.

Kelima, melarangnya membuka aurat, tabarruj, ikhtilath, dan melihat hal-hal yang diharamkan. Tak sedikit para remaja yang dengan sukarela membuka auratnya di khalayak ramai, begitu pula dengan bertabarruj atau berdandan. Siswa sekolah menengah pun sudah tak asing lagi dengan yang namanya make-up. Semua berlomba tampil sempurna demi mendukung penampilan di khalayak ramai. Tanpa sadar, terkadang orang tua yang mendorong anaknya untuk tampil bertabarruj di khalayak ramai.

Oleh karena itu, wahai para orang tua dan pendidik, sudah sepatutnya kita memberikan role model yang baik bagi anak. Dalam Islam role model yang pertama dan paling utama dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari adalah Nabi Muhammad saw. Selain beliau, banyak sekali role model yang dapat dijadikan contoh dari kalangan sahabat, sahabiyah, sampai kalangan ulama.

Sebutlah Abu Bakar Ash-Shidiq yang terkenal dengan kelembutan dan ketegasannya, Khalid bin Walid yang gagah berani dalam memimpin peperangan, Imam Bukhari yang rela melakukan perjalanan jauh demi mencari satu hadis, Siti Aisyah yang sangat cerdas dan memiliki hafalan yang kuat, Siti Maryam yang sangat menjaga kesuciannya, dan masih banyak lagi. Semoga kita bisa membuka mata kita untuk lebih selektif lagi dalam memilih role model dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a’lam.

Artikulli paraprakWabah Mencekam, Ekonomi Semakin Suram
Artikulli tjetërPPKM Darurat: Rakyat Tersekat, TKA Mendarat
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini