Rusaknya Cara Pandang Kapitalisme dan Sekularisme bagi Generasi

0
54

Suara Pembaca

Sekularisme kembali mempertontonkan kerusakannya. Orang yang mengajak pada kebaikan dan ketaatan justru dijegal dan dipermasalahkan. Sementara orang yang mengajak pada kemaksiatan justru diberi ruang. Alhasil, masalah dan kekacauanlah yang menyeruak datang.

Masih segar di ingatan, pembatalan Surabaya Islamic Festival yang digelar oleh Hijrahfest di Jatim Expo, Surabaya, 14-16 Oktober 2022 lalu. Bahkan, pembatalan justru dilakukan karena adanya protes yang datang dari sesama saudara Muslim sendiri karena panitia dianggap telah mencatut logo PWNU (24/10).

Padahal selama ini, kegiatan Hijrahfest tak pernah ada kemaksiatan di dalamnya. Justru banyak mengajak anak muda dan kaum Muslim secara umum untuk berhijrah menjadi Muslim yang lebih baik lagi. Beberapa aktivitas yang biasa diadakan oleh Hijrahfest adalah pameran, talkshow, majelis ilmu, sharing artis hijrah, lomba tahfidz, kids zone, komunitas Muslim, dan aneka kegiatan menarik lainnya.

Jauh berbeda dengan konser Berdendang Bergoyang di Istora, Senayan, Jakarta pada Sabtu, 29 Oktober lalu yang telah mengantongi izin, tetapi harus dihentikan lebih awal oleh jajaran Polres Metro Jakarta Pusat di hari ke-2 dari rencana awal 3 hari konser. Penghentian terjadi karena terjadi over kapasitas yang berakibat banyak penonton pingsan.

Setelah Polisi mengadakan penyelidikan, ternyata memang ditemukan beberapa ketidaksesuaian, termasuk dijualnya tiket konser melebihi jumlah izin yang diajukan, juga adanya tindakan abai terhadap jalur evakuasi. Polisi juga mendapat informasi terkait adanya minuman keras (miras) saat konser (31/10).

Sungguh miris, pihak yang berwenang baru mempemasalahkan dan menghentikan acara ketika sudah nyata terjadi kekisruhan. Seharusnya sejak awal, pihak berwenang sudah mampu menilai bahwa aktivitas seperti konser ini tidak membawa manfaat terhadap pembentukan karakter manusia, apalagi bagi generasi muda sebagai pilar peradaban cemerlang.

Aktivitas tersebut hanyalah bersifat hiburan duniawi dari melepaskan kepenatan hidup yang kerap mengisi hari. Hingga laki-laki dan perempuan saling berdesakan dan bercampur baur, bahkan ada yang bukan dengan mahramnya (ikhtilat) dalam situasi yang bukan diperbolehkan oleh Syariat Islam. Cara pandang sekularisme telah membuat banyak kaum Muslim lupa, bahkan tak paham terhadap tuntunan agamanya. Apalagi jika memang terbukti ada miras di sana. Kategori minuman yang merusak akal dan diharamkan dalam Islam.

Sudahlah sekularisme merusak, ditambah lagi dengan adanya cara pandang kapitalis yang profit oriented dalam segala aspek kehidupan yang tampak dari bagaimana panitia konser tersebut menjual tiket melebihi kapasitas lokasi dengan mengabaikan keselamatan penonton. Makin diperparah pula dengan perangkat negara yang tak menaruh perhatian pada pembangunan manusia, khususnya generasi muda, hingga dengan mudahnya memberikan izin penyelenggaraan acara semacam ini.

Jauh berbeda ketika kehidupan umat ini diatur dan diurus dengan sistem Islam oleh sebuah institusi Islam. Penguasa dalam Islam akan memiliki perhatian besar terhadap pembentukan karakter generasi dan senantiasa akan memberikan lingkungan yang kondusif demi terbentuknya generasi berkualitas yang taat pada Allah.

Negara juga akan selektif memberi izin terhadap aktivitas-aktivitas masyarakat. Mana yang bermanfaat, mana yang justru bisa menimbulkan pelanggaran-pelanggaran terhadap syariat Islam. Demikianlah keseriusan Islam dalam upaya melindungi dan mencetak generasi-generasi Muslim yang bertakwa lagi unggul.

Fahima Faizah

Artikulli paraprakJalan Bagus Sarana yang Dibutuhkan Rakyat
Artikulli tjetërStop Pernikahan Dini?
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini