Serahkan Semua pada Allah

0
33

Oleh: Umi Rizkyi
(Pegiat Literasi, Perindu Jannah)

Dua tahun telah berlalu. Ada makhluk tak tampak mata menghantui, bahkan menakuti setiap insan yang mendengar namanya. Apalagi telah muncul gejala-gejala yang begitu nampak, mulai suhu tubuh tinggi, batuk, apalagi telah terjadi sesak semakin membuat orang yang ada di sekitarnya menjadi horor dan parno sendiri dibuatnya.

Iya, virus corona itulah namanya. Semakin hari semakin masif perkembangan dan penyebarannya. Bahkan, sebarannya sampai menjalar hingga pelosok desa. Virus itu menyerang siapa saja, tak pandang usia, tak pandang strata sosial, tak ada pejabat ataupun rakyat. Semua berpotensi terkena dan terinfeksi virus corona.

Satu Minggu terakhir ini, serasa makin dekat saja dengan gejala-gejala mengarah kepada terindikasi adanya infeksi virus tersebut. Mulai dari tetangga, adik, orang tua dan tiga hari yang lalu terjadi pada diri ini. Badan sakit semua, mata terasa panas, suhu juga tidak biasanya walaupun tak tinggi. Kepala berasa berat, jadi sehari hanya tiduran saja. Badan tak bisa diajak beraktifitas seperti biasanya, hanya semampunya demi bisa mempertahankan istikamah ODOJ (one day one juz) walau tak bisa menulis panjang.

Dua hari menjelang challenge 5 jadi gagal istikamah menulisnya, libur dan tidak menulis 2 hari. Pasalnya, kesehatan yang tak mendukung dan tak bisa untuk dipaksakan. Terkadang saya berasa iri kepada sahabat solihah lainnya yang bisa gerak cepat dan bisa istikamah menulis panjang. Namun, saya tak memaksakan diri, saya ikuti saja sesuai ritme dan situasi, mengalir seperti air Dengan kata lain, saya menikmati prosesnya.

Hari ini, nenek yang sakit. gejala dan ciri-cirinya pun sama. Berasa dekat saja mahkluk lembut tak kasat mata. Namun ,efeknya mampu menggemparkan dunia. Hal ini sudah berlangsung dua tahun lebih. Kehadiran virus corona memporak-porandakan peraturan dan aturan, ekosistem kehidupan, roda perekonomian, dan lain sebagainya.

Sebagai seorang muslim, satu hal yang pasti dan yang harus dilakukan ialah berserah diri kepada Allah Swt. Dimana segala sesuatu itu berasal dari Allah dan akan dikembalikan kepada Allah.

Begitupun dengan virus corona ini. Meskipun tak nampak oleh mata, tak bisa dirasa, dan diraba, namun virus ini mampu mengggoncang dunia. Serangannya mampu merenggut setiap nyawa, tentu sesuai yang Allah kehendaki. Berserah diri kepada Allah atas segala apa pun yang terjadi adalah kewajiban tiap muslim. Perkara waktu menjadi rahasi Allah. Hari yang dimiliki adalah hari kemarin, besok belum tentu kita masih bisa sehat seperti sekarang. Apalagi lusa, tak ada yang tahu apakah kita masih diberikan kesempatan untuk hidup atau tidak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah: 128)

Kepasrahan hamba-Nya yang totalitas akan mampu dan mendukung kekebalan dan tingginya imun seseorang. Ia akan lebih rida, ikhlas, tawadu, bersabar, dan berpasrah kepada Allah. Apa pun yang terjadi kepada dirinya, suami, keluarga, orang tua, teman diserahkan sepenuhnya pada Allah. Hanya kepada Allahlah tempat berserah diri yang terbaik. Allah yang Memegang, Mengatur, Mengendalikan, Mengizinkan, dan Melenyapkan segala sesuatu, termasuk virus corona ini.

Artikulli paraprakWabah Butuh Penanganan Sempurna dan Paripurna
Artikulli tjetërBuka Seluas-luasnya Akses Vaksin
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini