Siapakah Orang yang Paling Cerdas dan Bahagia? Ini Penjelasan KH. Hafidz Abdurrahman

0
111

Reportase

Linimasanews.com—Membahas konteks bagaimana manusia pada akhirnya akan meninggalkan dunia, Khadim Syaraful Haramain, KH. Hafidz Abdurrahman, M.A. mengingatkan bahwa sesungguhnya orang yang paling cerdas adalah yang berpikir mempersiapkan bekal setelah kematian.

“Orang yang paling cerdas adalah yang berpikir sudah menyiapkan apa yang akan dia bawa setelah kematian. Dan ingat, kita tidak akan membawa apa-apa ketika mati,” tuturnya dalam “Bincang Komunitas Menulis (Bingkis) ke-11: Menulis, Bekal Menuju Kampung Akhirat” melalui zoom dan streaming YouTube Linimasanews Channel, Ahad, 8 Agustus 2021.

Ustaz Hafidz mengingatkan bahwa kadang kala manusia lupa pada sesuatu yang abadi. Padahal, menurutnya, manusia tidak membawa apa-apa ketika mati, hanya shadaqah jariyah, amal yang shalih, dan ilmu yang dipersiapkan sebelum kematian yang akan menemani manusia.

“Kata Nabi SAW, orang yang paling cerdas itu adalah orang yang sanggup menundukkan jiwanya dan dia melakukan amal investasi atau apa pun untuk menyambut kehidupan setelah mati,” ungkapnya.

Uataz Hafidz menyampaikan, Al-Qur’an menyebutkan bahwa manusia itu tidak mendapatkan kecuali apa yang sudah dia lakukan. Ia mengibaratkan hidup manusia hari ini sedang menanam. Tanaman apa saja yang akan dipanen kelak di akhirat, bergantung saat hidup di dunia.

“Kalau kita sudah memahami seperti itu, bahwa konsekuensi dari kehidupan kita seperti itu, (yaitu) kita pasti mendapatkan apa pun yang hari ini kita torehkan dalam kehidupan kita, kalau kita begitu cara berpikirnya, maka tidak ada kesempatan hidup kita yang kita sia-siakan,” terangnya.

Lebih lanjut, Ustaz Hafidz mengingatkan bahwa pada dasarnya hidup adalah menulis lakon. “Makanya kalau Al-Qur’an mengatakan, ‘Iqro’ kitabaka! (Kamu baca tulisanmu!)’, berarti kita hidup ini sebenarnya sedang menulis. (Yaitu) menulis lakon kita masing-masing,” imbuhnya.

Menurutnya, apa yang ditorehkan manusia, apakah kebaikan atau keburukan, pada akhirnya akan kembali kepada manusia itu sendiri. “Ini yang harus kita pahami karena ini konsekuensi dari kehidupan kita jalani,” ungkapnya.

Karena itu ia memperingatkan, sesungguhnya orang yang paling bahagia adalah orang yang pahalanya terus mengalir meski napasnya telah terhenti. “Maka, para ulama ketika ditanya siapa orang yang paling bahagia, orang yang paling bahagia itu adalah ketika ia sudah wafat, napasnya sudah berhenti tetapi pahalanya terus mengalir,” pungkasnya. [] Saptaningtyas

Artikulli paraprakPeka terhadap Persoalan Umat
Artikulli tjetërRiuh Baliho 2024 di Masa Pandemi
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini