Syari’at Islam Mampu Menyatukan Indonesia

0
8

Suara Pembaca

Satu per satu ormas Islam yang konon tidak sesuai dengan ideologi negara dibubarkan. Tahun 2017 lalu terjadi pembubaran ormas Islam tanpa melalui pengadilan. Kini kenyataan itu kembali menimpa ormas Islam.

Tak hanya pembubaran ormas, para tokoh ulamanya pun dipersekusi, dianggap menyebarkan paham radikal. Bahkan, dengan dugaan melakukan tindak kekerasan, laskar anggotanya pun tertembak dan hilang nyawa.

Salah satu alasan pemerintah melarang aktivitas ormas – ormas Islam tersebut demi menjaga eksistensi ideologi dan konsensus dasar bernegara. Dalam artikel berjudul “Indonesia Disbands Radical Islamic Group Over Charges of Violence”, New York Times menggambarkan ormas tersebut radikal, kerap memaksakan penerapan hukum syari’at Islam di Indonesia yang merupakan negara demokrasi dan moderat.

Selain itu, ormas Islam ini juga disebut akan memecah belah Indonesia dengan penerapan syari’at Islam. Dengan anggapan, keragaman agama serta suku budaya yang selama ini terbentang luas di Nusantara tidak akan pernah bisa disatukan oleh syari’at Islam.

Lalu, bagaimana Islam memandang? Apakah memang syari’at Islam tidak boleh diperjuangkan menjadi sebuah ideologi sebuah negara? Apakah syari’at Islam cukup berada di tempat-tempat ibadah tanpa boleh mengatur kehidupan masyarakat yang beragam seperti Indonesia?

Islam turun sebagai wahyu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw. Bukan hanya sebagai agama, melainkan juga ideologi yang harus diemban oleh seluruh manusia. Hal ini justru bukan karena keseragaman masyarakatnya, melainkan karena keberagaman masyarakat di dunia.

Masyarakat dengan beragam suku, agama, dan budaya memiliki berbagai kepentingan yang saling berlawanan sehingga hal itu membutuhkan penyatuan dan pengaturan agar seluruh masyarakat bisa hidup dengan adil dan teratur. Lalu, siapa yang bisa mengatur dengan adil? Jawabannya pasti Sang Pencipta, bukan undang-undang hasil karangan manusia.

Nabi Muhammad saw. sebagai pembawa risalah Islam ketika mendapat wahyu  dari Allah swt, yang dilakukan pertama kali adalah mendakwahkan Islam ke seluruh tempat. Beliau dan para pengikutnya mendapat perlawanan bahkan siksaan dari para penguasa negeri Arab, hingga kemudian pertolongan Allah datang dengan adanya sebuah negeri yang menerima Islam sebagai ideologi.

Nabi lalu mendirikan sebuah negara dengan berideologikan Islam di Madinah. Lalu, apakah hanya agama Islam saja yang dianut penduduknya? Tentu saja tidak. Penduduknya beragam dari berbagai suku dan budaya, serta agama mereka. Di antara mereka juga banyak yang beragama Nasrani dan Yahudi.

Begitulah seharusnya yang terjadi para gerakan/ormas Islam. Sesuai dengan contoh Nabi dalam mendakwahkan syari’at Islam. Mereka menentang segala aturan yang bukan berasal dari Islam. Mereka yakin bahwa hanya aturan dari Islam lah yang mampu memberikan kesejahteraan yang hakiki pada masyarakat. Hal ini membuat mereka mengalami berbagai perlawanan dari para penguasa sampai pertolongan Allah SWT datang.

Niswana Wafi
Bogor

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini