Tak Selamanya Diam Itu Emas

0
8

Oleh : Bunda Naila
Sumber : Hadits Arbain An-Nawawi

“…Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam saja… ”

Di atas adalah penggalan hadits ke-15 tentang anjuran berkata baik bagi seorang mukmin. Apabila tidak mampu menjaga lisan maka lebih baik tidak berkata-kata atau diam saja.

Namun, penjelasan di atas, kata “diam” tidak selamanya menjadi emas. Tidak semua sikap diam itu baik. Diam bisa saja berpotensi pahala bisa juga berpotensi maksiat, yang menjerumuskan pelakunya dalam kubangan maksiat. Bagaimana bisa?

Diam yang Menjadi Amal Sholih

Contohnya:
Jika kita ditanya tentang suatu dalil, atau hukum mengenai suatu perbuatan, apabila kita tidak mengetahuinya, maka lebih baik kita diam. Jangan memaksakan diri untuk memberikan suatu jawaban. Apalagi hanya mengandalkan gadget dan mbah google dengan rujukan yang tidak jelas, maka lebih baik kita diam. Apalagi jika jawaban yang diberikan itu “menurut saya”, maka, apabila perbuatan itu dilakukan secara terus-menerus oleh orang lain maka akan menjadi dosa jariyah.

Diam yang Berpotensi Jadi Kemaksiatan

Contohnya :
Apabila kita melihat kemaksiatan yang dilakukan oleh saudara atau tetangga kita atau kedzoliman yang dilakukan oleh penguasa saat ini kemudian kita hanya diam, membiarkannya, tidak melakukan Amar Ma’ruf, maka diam kita akan menjadi dosa atau kemaksiatan.

Lantas seperti apa, jika kita menyaksikan kedzoliman yang dilakukan oleh penguasa? Apakah kita diam dengan pasrah, dengan alasan hanya sebagai rakyat kecil, rakyat biasa yang senantiasa tunduk dan patuh? Tidak. Kita harus melakukan yang namanya muhasabah lil hukam (mengoreksi penguasa) dengan ahsan sebagaimana yang telah diatur dalam syariat Islam.

Oleh karena itu, sebagai orang yang beriman, setiap amal dan perbuatan, senantiasa terikat dengan hukum syara’, karena kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat ampunan dan rahmat-Nya. Aamiin.

Allahu’alam bishowab

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini