Tasyabuh bil Kuffar

0
71

Oleh : Naila Ahmad Farah Adiba
(Siswi kelas 7 DKDM PP Al-Ihsan, Baron 1 Nganjuk)

Apa kabar sobat? Semoga sehat dan selalu dalam lindungan Allah SubhannahuWata’ala. Pada tulisan kali ini, penulis akan mencoba sedikit mengulik tentang ulang tahun. Dah pada tahu semua kan? Penulis yakin, kebanyakan sudah pada mengerti.

Nah, pada saat ini terlebih era millennial begini, perayaan ulang tahun, seperti sudah menjadi hal wajib yang harus dilakukan, bahkan hingga menghabiskan uang berpuluh-puluh juta rupiah. Padahal kalau diinfaqkan lebih bermanfaat, bukan? Begitulah remaja saat ini. Budaya Islam yang seharusnya dijunjung tinggi, eh malah budaya Barat yang dipuja, dijadikan tuntunan dalam melakukan suatu perbuatan. AstaghfirullahhalAdzim….
Kadang tetiba di kepala ini muncul banyak pertanyaan tentang problematika atau permasalahan umat saat ini.

Terlebih tentang budaya Barat yang dilestarikan dan dipuja oleh masyarakat yang notabenenya muslim. Salah satunya adalah kenapa perayaan ulang tahun itu tetap dilaksanakan? Setelah membaca berbagai referensi, penulis mendapati kesimpulan, antara lain : minimnya pemahaman tentang Islam, dalam hal ini keluarga, terutama seorang ibu sebagai pendidik bagi anak-anaknya harus senantiasa menanamkan akidah sejak dini. Jika tidak maka anak akan tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang gersang.

Selanjutnya dari sisi masyarakat saat ini cenderung abai dan acuh tak acuh, masa bodoh. Di satu sisi serangan dari media sosial dengan konten-konten tidak jelas, kemudian menjadi kiblat remaja/generasi muda saat ini. Sehingga wajar mereka lebih memilih untuk bertasyabuh bil kuffar atau dengan kata lain mengikuti budaya orang kafir. Duuuhhh parah, ya? Sebenarnya kasihan banget.

Nah, lalu bagaimana menurut sudut pandang Islam? Mau tahu aja apa mau tahu banget, nich? Jelas ya! Haram dong sobat, dari susdut pandang kesehatan juga jauh dari nilai sehat. Lho kok bisa tidak sehat? Sini aku kasih bocoran. Menurut ahli kesehatan, ketika kita meniup lilin di atas kue, maka saat itu juga dari mulut kita keluar zat karbondioksida atau CO2 yang tidak baik bagi kesehatan. Sehingga ketika kita memakan kue yang sudah terkena zat tersebut, maka itu menjadi makanan yang tidak sehat. Bahaya ya sobat!

Jauh sebelum para medis mengetahui hal tersebut, Rasul kita Muammad SAW sudah mengingatkan kita dengan haditsnya yang berbunyi:

“Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, maka dia termasuk kaum tersebut.”.
Subhannallah, kerenkan sobat? Jadi, sudah seharusnya kita sebagai seorang muslim tidak merayakan ulang tahun tersebut. So, jangan diikuti lagi, ya Sob…! Wallahu A’lambish Showwab……

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini