Tulisan Jejak Kebaikan

0
242

Oleh: Isty Da’iyah

“Jika kamu bukan anak raja dan juga bukan anak ulama, maka menulislah!” (Imam Al-Ghazali)

Kalimat itu seakan menjadi mantra yang berhasil membuat diri ini harus menulis. Jika sekelas Imam Al-Ghazali mengatakan untuk menulis, bagaimana dengan saya yang bukan siapa-siapa. Dari sebuah ungkapan inilah mulai tertanam dalam diri untuk selalu up grade kemampuan agar tulisan yang dihasilkan layak untuk ditayangkan, bahkan dibukukan.

Berawal dari amanah yang kuterima untuk masuk menjadi anggota tim kepenulisan, memaksa diri ini untuk mencari tahu lebih banyak tentang ilmu kepenulisan. Walaupun pada dasarnya diri ini suka menulis, namun untuk menghasilkan sebuah karya yang layak ditayangkan di media online maupun cetak masih perlu banyak belajar.

Berbekal mengamati, meniru, dan memodifikasi, kuberanikan diri mengirim sebuah tulisan opini ke media online yang vokal menyuarakan opini ummat. Alhamdulillah, tulisan pertama bisa dimuat, hal ini semakin menambah semangat untuk menulis lagi.

Namun, tidak kucukupkan menulis hanya untuk sekadar tayang. Aku berusaha mencari dan masuk ke dalam komunitas yang anggotanya aktif menulis, belajar ilmu tentang kepenulisan di mana saja, asalkan ada ilmu menulis, disitulah aku mengaisnya.

Aktif bertanya dan aktif membaca, itu yang terus kulakukan agar kualitas tulisan tidak memalukan jika harus ditayangkan. Mengikuti segala macam challenge kepenulisan, mulai dari menulis true story, puisi sampai dengan opini, semua pernah kuikuti.

Alhamdulillah, dua kali masuk sebagai pemenang kedua. Walaupun sejatinya bukan itu tujuan ikut challenge menulis, tujuan yang lebih utama adalah menghasilkan sebuah karya yang bisa menjadi jejak kita di alam semesta agar bisa menjadi saksi ketika kita di akhirat kelak. Sehingga, ada jalan mudah untuk menuju surga-Nya.

Penulis bisa mengubah dunia dengan sebuah tulisan. Dengan menuangkan ide-ide besar lewat tulisan, sehingga ketika jasad kita tiada, masih ada jejak yang ditinggalkan. Terlebih jika tulisan tersebut mengajak kepada dakwah Islam, maka pahala jariyah yang akan kita dapatkan.

Apalagi di era digital saat ini, sebuah karya tulis sangat diperlukan untuk membendung pemikiran-pemikiran kufur yang juga diaruskan lewat tulisan. Media masa dan media sosial saat ini layaknya sebuah gelanggang perang pemikiran lewat tulisan. Sehingga, peran kita sebagai ummat Islam untuk mendakwahkan pemikiran Islam sangat diperlukan.

Ketika kaum kufur sangat gencar mengopinikan pemikiran dan ide-idenya, maka sudah saatnya kita lawan opini itu dengan opini Islam yang shohih. Kita bawa bendera Islam melalui tulisan kepada ummat agar ummat paham bahwa Islam adalah sebuah aturan hidup yang harus dijalankan oleh setiap ummatnya.

Kita sampaikan Islam adalah sebuah mabda yang harus diemban oleh setiap Muslim. Sehingga, segala aturan yang ada harus berdasar pada ketetapan dari Allah SWT. Sampaikan ini kepada ummat agar peradaban Islam kembali menguasai dunia. Karena, sejatinya janji Allah SWT. pasti akan terjadi. Islam akan kembali memimpin dunia, maka tulislah agar tulisan kita juga bisa berperan mempercepat kemenangan agama ini.

Jadikan tulisan kita sebagai peluru-peluru dakwah agar tulisan kita ada ruhnya. Menulis dari hati agar pesan yang disampaikan juga bisa sampai ke hati. Menulislah, karena satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, sedangkan satu tulisan bisa menembus ribuan kepala. Setiap tinta yang tergores laksana tetesan darah di medan laga. Lawan kekufuran semampu kita agar jejak-jejak pena kita bisa menjadi saksi di hadapan Allah SWT.

Pernah juga suatu saat membaca sebuah tulisan bahwa ujung pena kita adalah senjata dakwah kita. Karena, setiap tetes pena seorang penulis bagaikan darah bagi terwujudnya perubahan sebuah peradaban Islam. Sehingga, perlu bagi seorang penulis memperhatikan ke arah mana ujung pena kita akan bergerak.

Tidak harus menunggu sempurna untuk mulai menuliskan apa yang ada dalam pikiran kita. Memang terkadang sering merasa kesulitan mencari sebuah ide. Padahal, ide itu banyak berputar di sekeliling kita. Bisa dari sebuah kejadian dan peristiwa yang ada di sekitar kita atau dari sebuah ujian yang sedang kita jalani, ambil hikmahnya, dan tulislah apa yang sedang kita rasakan.

Tulislah cerita yang bisa menginspirasi banyak orang, setiap kita pasti punya cerita yang pasti ada satu sisi yang bisa diceritakan dan menginspirasi banyak orang. Memilih kata yang bermakna, kata yang bisa mengantarkan kepada pemahaman dan solusi Islam. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan diterima, perkaya dengan pengetahuan yang ada dalam agama Islam.

Karena sejatinya, Islam adalah sumber pencerahan, tidak akan kehabisan ide jika kita mau menggalinya dengan tuntunan yang telah Allah SWT. tetapkan. Jadikan tulisan kita sebagai pembawa pesan kebaikan agar bisa mengajak umat kembali kepada jalan Islam. Sebab, tulisan kita akan tetap ada, meskipun kita telah meninggalkan dunia. Semoga setiap goresan pena kita akan berbuah pahala dan Allah meridainya.

Wallahu a’lam bishawab.

Artikulli paraprakTopeng Islamofobia
Artikulli tjetërPolemik Hukuman Mati
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini