Viral Keracunan Chiki Ngebul, Bukti Sistem Keamanan Pangan Tumpul

0
75

Oleh: Hanum Hanindita, S.Si.

Linimasanews.com—Balita berinisial A (4) di Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga keracunan jajanan chiki ngebul (chikbul), yang mengandung nitrogen cair. A sampai harus menjalani operasi karena didiagnosis mengalami kebocoran lambung seluas 2 cm. Orang tua A bercerita anaknya membeli chiki ngebul di pasar malam di pertigaan Gang Rawa Indah, Pondok Gede, pada 21 Desember 2022, sekitar pukul 18.30 WIB. A membeli chiki ngebul bersama kakaknya dan 2 temannya. Menurut dokter, A mengalami kebocoran lambung karena nitrogen cair (detiknews.com, 10/01/23).

Berkaitan dengan kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menerbitkan surat edaran larangan penjualan makanan ringan dengan nitrogen cair atau LN2 atau yang biasa disebut chiki ngebul. Kementerian Kesehatan telah menetapkan keracunan ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Berdasarkan catatan Pemprov Jawa Barat, ada 28 kasus keracunan yang dialami anak-anak di wilayah Tasikmalaya dan Kota Bekasi. Delapan pasien disebut bergejala, 19 tanpa gejala, dan sisanya langsung dirujuk ke sejumlah rumah sakit terdekat (matrasnews.com, 12/01/23).

Menurut Nuri Andarwulan, pakar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor, nitrogen cair tidak digunakan sebagai bahan tambahan pangan sebab sangat berbahaya jika dikonsumsi atau tertelan. Meskipun hanya sedikit nitrogen cair yang tertelan, bisa menimbulkan cedera di saluran pencernaan, terutama saluran pencernaan atas. Kondisi lambung bocor saat tertelan nitrogen cair terjadi karena adanya penekanan yang sangat tinggi di organ dalam tubuh dan berubah menjadi uap.

Viralnya kasus keracunan “chiki ngebul” membuat mekanisme keamanan pangan dipertanyakan. Keamanan pangan sendiri adalah metode atau disiplin ilmiah yang berkaitan dengan penanganan, penyiapan, dan penyimpanan makanan untuk mencegah penyakit dari makanan atau keracunan makanan. Bila sampai terjadi dua atau lebih kasus penyakit serupa akibat konsumsi makanan, maka hal ini terkategori wabah keracunan makanan atau keracunan massal.

Dengan banyaknya kasus keracunan chiki ngebul di wilayah Jawa Barat termasuk Bekasi, menunjukkan adanya makanan yang hanya bermodal viral, tetapi minim pengawasan di pasaran. Sistem keamanan pangan kita terlihat tumpul, perlu banyak berbenah, baik dari sisi riset maupun birokrasi.

Hendaknya pemerintah tidak menunggu ada laporan kejadian, bahkan yang sampai makan korban, baru melakukan tindakan penanggulangan. Sistem keamanan pangan sudah menjadi bagian kewajiban dari pemerintah untuk selalu mengawasi dan mengontrol. Mulai dari keamanan dan kelayakan bahan-bahan yang digunakan, mekanisme atau proses produksinya, sampai dengan penyimpanan produk olahannya. Selama ini, kreativitas masyarakat perihal produk pangan lebih banyak diberi perhatian dari aspek pemasarannya, tetapi abai dari aspek keamanan pangan. Seharusnya terkait keamanan pangan ditujukan pada semua pedagang, mulai dari pengusaha kecil dan menengah, sampai korporasi produsen pangan. Sudah banyak diketahui pemerintah sering kalah argumentasi karena tidak sedikit para korporat itu yang sejatinya bagian dari jejaring oligarki. Akibatnya, pemerintah justru tersandera berbagai kepentingan ekonomi.

Allah Taala berfirman, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik (thayyib) dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).

Ini adalah panduan mutlak untuk konsumsi bahan pangan bagi umat Islam. Dalam Islam, perintah untuk makan makanan halal dan thayyib tidak berdiri sendiri, melainkan disertai dengan pengurusan oleh negara melalui inspeksi pasar.

Bentuk inspeksi pasar yang dilakukan adalah pada bahan mentah berupa lauk dan sayur seperti yang dijual di pasar, produk-produk olahan berupa makanan, jajanan, obat-obatan, hingga kosmetik. Inspeksi wajib berlaku untuk pasar tradisional ataupun pedagang kaki lima, pasar-pasar modern seperti supermarket, serta pusat-pusat pengolahan pangan, baik itu berskala industri rumah tangga maupun pabrik besar milik korporasi.

Di sisi lain, pemerintah dalam sistem Islam akan memberikan edukasi tentang konsep dan tata kelola keamanan pangan kepada masyarakat, khususnya kepada produsen pangan, pedagang makanan, serta konsumen produk pangan. Di samping itu, terkait keamanan pangan ini para produsen makanan mulai dari yang kecil sampai yang besar akan terus dikontrol terkait hal perizinan, pengawasan dan juga pemberian latihan. Kemudian juga kemudahan birokrasi perizinan pemasaran bila sudah sesuai standar halal thoyyib menurut syariat Islam. Tidak ada tebang pilih antara produsen kecil, menengah ataupun besar (korporasi). Ini semua dilakukan demi memberikan jaminan keamanan pangan dari sisi halal dan thoyyib untuk seluruh masyarakat sebagai bentuk ketaatan kepada aturan Allah, bukan hanya sekedar untuk kepentingan ekonomi.

Artikulli paraprakGurita Narkoba dalam Buaian Demokrasi Hancurkan Generasi
Artikulli tjetërNarkoba Mengancam Generasi
Visi : Menjadi media yang berperan utama dalam membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhan mengembalikan kehidupan Islam. Semua isi berupa teks, gambar, dan segala bentuk grafis di situs ini hanya sebagai informasi. Kami berupaya keras menampilkan isi seakurat mungkin, tetapi Linimasanews.com dan semua mitra penyedia isi, termasuk pengelola konsultasi tidak bertanggungjawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan berkaitan penggunaan informasi yang disajikan. Linimasanews.com tidak bertanggungjawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis yang dihasilkan dan disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik “publik” seperti Opini, Suara Pembaca, Ipteng, Reportase dan lainnya. Namun demikian, Linimasanews.com berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Segala isi baik berupa teks, gambar, suara dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Linimasanews.com. Semua hasil karya yang dimuat di Linimasa news.com baik berupa teks, gambar serta segala bentuk grafis adalah menjadi hak cipta Linimasanews.com Misi : * Menampilkan dan menyalurkan informasi terbaru, aktual dan faktual yang bersifat edukatif, Inspiratif, inovatif dan memotivasi. * Mewadahi bakat dan/atau minat sahabat lini masa untuk turut berkontribusi membangun kesadaran umat tentang fakta kebutuhannya mengembalikan kehidupan Islam melalui literasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini